Warga Dua Desa Di Kecamatan Sukajaya Keluhkan Jalan Rusak

Akses jalan bebatuan di Kecamatan Sukajaya, Kab. Bogor dikeluhkan warga. (dok. KM)
Akses jalan bebatuan di Kecamatan Sukajaya, Kab. Bogor dikeluhkan warga. (dok. KM)

Kab. Bogor (KM) – Warga yang tersebar di dua desa yang berbatasan antara desa Sukamulih dan desa Sipayung, kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, keluhkan akses jalan antar desa se-panjang 2,5 kilometer. Kondisi jalan yang becek dan berlubang serta banyaknya tikungan, dan tanjakan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga yang tinggal di perbatasan dua desa tersebut.

Asmudin (45) salah satu warga kampung Sukamanah desa Sukamulih mengharapkan pemerintah kabupaten Bogor segera meninjau dan membangun jalan desa tersebut agar nyaman dilalui warga baik roda atau roda empat. Kondisi jalan yang terjal dengan bebatuan yang menonjol menyulitkan warga untuk melintasi jalan itu apalagi ditambah faktor cuaca yang saat ini musim awal penghujan.

“Jalan ini satu-satu akses warga didua desa untuk menuju ke perkotaan,sebenarnya kami sudah jenuh melintas dijalan ini, tapi mau gimana lagi jalan ini satu-satunya akses untuk kami beraktivitas, seperti ke pasar, ke puskesmas dan ke tempat-tempat lainnya, makanya kami minta kepada pemerintah untuk segera membangun jalan ini agar nyaman dilalui oleh warga,” Ujar Asmudin, Senin (23/11) saat melintasi jalan tersebut.

Dia menambahkan, kondisi jalan yang rusak berat, menambah beban warga apalagi warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan tenaga medis dengan cepat.

“kondisi jalan seperti ini menyulitkan warga, apalagi jika ada warga sakit dan harus segera di tanggulangi pihak medis dengan cepat,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala desa Sukamulih, Rukman Somad membenarkan, bahwa jalan desa yang berbatasan dengan dengan desa Sipayung itu kondisinya rusak berat, jalan desa dengan panjang sekitar 2500 meter itu sering kali dikeluhkan warga khususnya warga kampung Bojong.

“Memang betul, kami sering mendapat laporan dari warga, khususnya kampung Bojong terkait rusaknya jalan tersebut, selaku kepala desa saya sudah mengajukan nya ke pemkab, namun hingga detik ini belum terrealisasi,” keluhnya.

Somad -begitu disapa- menambahkan jalan sepanjang 2.500 meter itu merupakan jalan skala prioritas, dan hanya diperbaiki secara swadaya, padahal kami telah mengajukannya akan tetapi hingga kini belum terealisasi.

“Perbaikan alakadarnya telah kami lakukan secara swadaya, karena rusaknya sudah parah, dan terbentur anggaran kami tak sanggup memperbaikinya secara optimal. untuk menjawab keluhan warga, kami minta pemkab Bogor untuk segera merealisasikan nya, jika terus dibiarkan seperti itu, dikhawatirkan berdampak mengganggu perekonomian warga dan juga pendidikan anak-anak,” pungkasnya. (Junaedi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*