Warga Cibinong Minta Perlindungan Hukum Atas Pengancaman Anak

tekanan psikologis remaja
Ancaman dan Bullying menyebabkan tekanan psikologis bagi remaja (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Aksi Pengamancan anak dibawah umur kembali terjadi, yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak bertanggung jawab. Hal itu hingga membuat sang anak merasa ketakutan bahkan tidak mau bersekolah, seperti misalnya yang terjadi oleh salah seorang anak laki-laki berinisial DA (16) warga perumahan Cipta Pesona RT 06 RW 12, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor membuat orang tuanya melaporkan dugaan pengancaman tersebut kepihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor, Rabu (25/11) sore.

Menurut sang bapak, Irwan Efendy mengatakan awal mulanya ancaman yang dilayangkan oleh Wiriadi (40) kepada anaknya itu, bermula saat dia (Wiriadi,red) berseteru dengan saudaranya bernama Idris, dimana Wiriadi merasa kurang puas dan melaporkannya ke pihak polres Bogor dengan Laporan (LP) perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Idris yang tak lain saudara Irwan. Dari hal itu, kini Wiriadi melampiaskan kekesalannya dengan mengancam sang anak (DA,red) dengan melancarkan ancaman bahwa anaknya akan dipukul jika ketemu di luar rumah.

“Iya mas saya takut sekali jika anak saya kenapa-kenapa, lantaran ancaman pelaku (Wiriadi,red) kepada anak saya kalau ketemu di luar rumah akan dipukulin,” kata Irwan kepada kupasmerdeka.com dipolres Bogor, Rabu (25/11/15).

Irwan menambahkan, selain itu diketahui pelaku pengancaman itu disebut-sebut kerap kali membuat kerusuhan di lingkungan setempat dengan gaya yang seperti preman, warga sekitar pun merasa resah dengan aksi orang tersebut. Untuk meminta pengamanan kepada sang anak, Irwan pun dengan sigap langsung melaporkan kasus itu ke Unit PPA Polres Bogor.

Advertisement

“Kami sudah berupaya melaporkan kasus pengancaman ini ke unit PPA Polres Bogor, tetapi kok tidak diterima laporan kami ini dengan alasan sang anak harus dites kejiwaannya terlebih dulu, apalagi semenjak kejadian itu sudah hampir tiga hari lalu anak saya tidak berani keluar rumah bahkan bersekolah seperti biasa,” tuturnya.

Sementara, kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, dalam persoalan laporan itu memang benar jika pelapor tentu harus membawa atau menunjukkan bukti yang akurat untuk pembukaan Laporan (LP) di Polres Bogor. “Memang susah mas jika tidak ada bukti yang menguatkan adanya pengancaman itu, atau juga lebih baik pelapor tersebut membawa sang anak yang diancam untuk dites kejiwaannya atau lebih dikenal dengan tes psikologis, apakah benar anak merasa tertekan dengan ancaman itu, dari hasil tes itu baru ketahuan dan bisa menjadi suatu bukti oleh pihak kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” pungkasnya. (Sahrul/Aril/Faisal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*