Survey Setara Institute: Bogor Kota Paling Intoleran di Indonesia

Ismail Hasani setara institute
Ismail Hasani, Direktur Setara Institute.

Perkembangan hubungan antarumat beragama yang pada akhir-akhir ini kian memburuk, khususnya di Indonesia, mendorong lembaga riset Setara Institute untuk melakukan survey terhadap kondisi toleransi di 94 kota di Indonesia. Hasilnya, kota Bogor menempati urutan paling bawah, alias peringkat terburuk dalam penilaian toleransi di Indonesia.

Selain Bogor, kota-kota lain yang menempati 10 peringkat terendah adalah Bekasi, Tangerang, Depok, Bandung, Serang, Mataram, Sukabumi, Banjar, Tasikmalaya dan Banda Aceh. Bila dilihat, 7 dari 11 kota paling intoleran berada di Jawa Barat, 2 di Banten dan 2 di Aceh dan Lombok.

Penilaian yang dilakukan oleh Setara Institute berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah masing-masing kota, serta jumlah insiden kerukunan antarumat beragama dan respon pemerintah terhadap insiden tersebut.

Menurut Direktur Setara Institute, Ismail Hasani, dari kota-kota paling intoleran tersebut rata-rata didominasi oleh banyaknya kasus yang terjadi di kota tersebut. Diantara indikator intoleransi di Kota Bogor adalah kasus GKI Yasmin dan Jamaah Ahmadiyah. “Di Bogor juga gerakan anti Syi’ah melakukan kegiatan dan di support oleh pemerintah Kota. Sikap dan respons pemerintah seperti ini yang akhirnya membuat ketegangan antarumat beragama terjadi,” lanjut Ismail, seperti yang dikutip oleh Republika Online, Senin 16/11.

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa kota-kota di Provinsi Jawa Barat banyak mempunyai Perda yang diskriminatif. “Perda ini bukan hanya menyudutkan satu-dua pihak golongan, tapi juga melarang secara jelas praktik keagamaan yang tidak sesuai dengan kepercayaan mainstream,” ucapnya.

Ditemukan juga dalam riset Setara Institute bahwa salah satu faktor yang mendorong intoleransi adalah terlalu banyaknya campur tangan pemerintah dalam urusan beragama. Keterlibatan pemerintah dalam ruang pribadi masyarakat cenderung menciptakan kondisi intoleran dan mendorong terjadinya insiden.

Survey tersebut juga menyebutkan 10 kota terbaik dalam toleransi di Indonesia, yaitu (sesuai urutan) Pematang Siantar (Sumatra Utara), Salatiga (Jawa Tengah), Singkawang (Kalimantan Barat), Manado (Sulawesi Utara), Tual (Maluku), Sibolga (Sumatera Utara), Ambon (Maluku), Sorong (Papua), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Tidak ada kota di Jawa Barat atau Banten yang menempati posisi 10 terbaik. (HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*