Longsor Terjang Puluhan Rumah di Desa Purwabakti

tanah longsor di bogor
Curah hujan yang tinggi di daerah perbukitan, serta berkurangnya pohon yang menahan tanah, kerap menimbulkan longsor di Bogor.

Pamijahan, Bogor (KM) – Letak geografis desa di perbukitan dengan kontur tanah yang labil mengakibatkan  bencana longsor di desa Purwabakti. Kamis sore (19-11-2015), hujan dengan intensitas tinggi melanda sebagian wilayah Bogor, mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor pada pukul 16:30 WIB. Sekitar 76 rumah di kp. Cikuda Mulya Rt.02 dan 03 Rw.05 rusak tertimbun tanah longsor dan 1 masjid mengalami rusak berat.

Sekitar 3 korban luka-luka dari Rt.03/05 langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang. Tim gabungan dari TNI berjumlah 21 personil, Polisi, Tagana dan BPBD membantu mengevakuasi korban dan membuka akses jalan yang tertutup longsoran tanah menuju lokasi longsor.

Berbagai bantuan logistik datang dari BPBD berupa 40 bungkus bahan sembako dan dari Chevron berupa beras  600 kg, mie instan 15 dus, cornet 2 dus, dan susu kental manis 50 kaleng.

Sahrul, perwakilan dari manajemen Chevron mengatakan, “kami dari pihak Chevron turut prihatin dan peduli atas bencana ini dan sebagai bentuk kepedulian, kami berkomitmen untuk membantu. Ini adalah bantuan awal yang kami berikan yang mungkin tidak banyak karena ini kita ambil dari stock untuk karyawan. Besok kita kirim lagi sesuai kebutuhan untuk korban bencana tanah longsor.”

Sampai berita ini diturunkan tim gabungan telah berhasil membuka akses jalan yang tertimbun dan membuat tenda darurat untuk korban bencana. “Biar mempermudah dan mempercepat pertolongan, kami membagi 4 tim tanggap darurat, yaitu tim khusus untuk menyuplai air bersih dan perbaikan jaringan pipa pipa air ke lokasi longsor, tim khusus untuk perbaikan jalan, tim khusus pensuplai sembako dan dapur umum, dan tim khusus administrasi pendata korban bencana. Alhamdulillah dan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya sehingga evakuasi dan pendistribusian bantuan berjalan lancar,” tutur Mulyadi, kades Purwabakti.

Sekitar 85% kawasan desa Purwabakti merupakan daerah perbukitan yang kontur tanahnya labil, yang hampir setiap tahun musim penghujan terjadi longsor. Keman ( 45 ) salah satu korban longsor menuturkan, “tidak ada firasat apapun sebelum kejadian, hujan turun dengan lebat dan lama sekitar jam 4:30 sore,tiba tiba terdengar suara gemuruh dan lantai bergerak, kami sekeluarga berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri dan sekejap tanah telah menimbun rumah. Saya takut kembali menempati rumah apalagi kalau musim hujan, selalu cemas takut longsor dan saya berharap kepada pemerintah untuk merelokasi kami ke tempat yang aman.”

“Memang kami berencana mengajukan ke pemerintah untuk merelokasi warga yang rumahnya berada di daerah rawan longsor termasuk kantor desa yang juga menjadi korban longsor dan saya sudah utarakan ke Wasto anggota dewan dari fraksi PKS yang datang langsung ke lokasi bencana longsor semalam (19/1),” tambah mulyadi. (Dian Pribadi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*