Sering Keluar Negeri, Kepala Kearsipan Disoal

kepala kearsipan bogor ferry adnan
Plesiran Kepala Kearsipan Bogor Ferry Adnan dipertanyakan manfaatnya. (dok. KM)

BOGOR (KM)-Kerap berpergian keluar negeri, Kepala Badan Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Ferry Adnan dipertanyakan tujuan dan pemakaian anggarannya.

Diketahui, Ferry beberapa kali berkunjung ke negara Eropa, diantaranya Jerman dan Belanda. Keberangkatan dirinya diduga menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dengan tujuan yang belum jelas manfaatnya.

Menurut narasumber Kupasmerdeka.com yang enggan disebutkan namanya, keberangkatan Ferry ada indikasi Jika kepala Kearsipan itu melakukan intimidasi kepada para staf dan kasie-nya dengan meminta per kasie sebesar Rp.100 juta setiap dirinya yang hendak mengunjungi ke negara eropa itu.

“Benar, dia (Ferry-red) menggunakan APBD setiap plesiran ke Jerman, ataupun Belanda dengan meminta para Kasie nya yang berjumlah empat Kasie rata-rata dimintai Rp.100 juta rupiah dengan mengelabui menggunakan laporan Surat Perintah Jalan (SPJ),” katanya kepada kupasmerdeka.com melalui handphone selularnya, Kamis (8/10/2015).

Ia menambahkan, perilakunya tersebut membuat bawahannya mengeluh karena merasa serba salah. Selain itu diketahui setiap berkunjung keluar negeri, Ferry diduga mengajak keluarganya.

“Jadi dari mana dia memiliki dana sebanyak itu untuk bepergian ke negara Eropa tersebut, dengan mengajak keluarganya jika tidak menggunakan uang negara yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mempertanyakan, sebenarnya dengan bepergian ke negara Eropa tersebut apa yang diperoleh kepala kearsipan itu, karena menurutnya hasil kunjungannya itu tidak ada sama sekali manfaat untuk kinerja Badan Kearsiapan dan Perpustakaan yang selama ini dinilai oleh masyarakat Kabupaten Bogor masih biasa-biasa saja.

“Manfaatnya tidak jelas untuk kemajuan Kabupaten Bogor ini,” paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Kearsipan dan perpustakaan, Ferry Adnan menampik jika kunjungannya hanyalah menghambur-hamburkan APBD. Menurut Ferry, kunjungan dinas terakhir tahun 2014 ke Jerman adalah beasiswa dari pemerintah Jerman.

“Kami diundang jadi segala akomodasi dan transportasi sudah disediakan yang bersangkutan jadi saya tidak menggunakan APBD,” jelas Ferry melalui selulernya.

Dia menceritakan, keberangkatannya untuk urusan yang dilaksanakan di Goettingen University. “Pihak mereka yang menanggung semuanya, waktu itu biaya seluruhnya € 1500 (euro) mulai tiket, uang saku, transport lokal, sewa apartemen, makan dan sebagainya di tanggung oleh pemerintah Jerman.

“Keberangkatan saya juga mendapat surat perintah yang ditandatangani Sekda dan melapor Bupati,” kilahnya. (Harun)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*