Penyakit Kaki Gajah Kian Menggejala, Kinerja Dinkes Dipertanyatakan

penderita kaki gajah
Penderita kaki gajah (filariasis) yang semakin banyak di Kabupaten Bogor membutuhkan respon tanggap dari dinas Kesehatan.

BOGOR (KM) – Carut marutnya persoalan yang terus terjadi di Kabupaten Bogor tak kunjung berakhir, seperti masih buruknya bidang kesehatan di Bumi Tegar Beriman, dimana masih ada saja permasalahan penyakit kaki gajah yang kian memprihatinkan melanda masyarakatnya.

Menurut mantan Wakil Bupati Bogor periode 2008-2013, H. Karyawan Faturachman, banyaknya persoalan yang terus terjadi di Kabupaten Bogor diaspek kesehatan, tak jauh dengan bobroknya kinerja pihak Dinas kesehatan dan indikasi-indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang saat ini mencuat soal pemotongan dana Kapitasi.

“Indikator Kabupaten Bogor termaju di Indonesia, masih ada saja penyakit kaki gajah yang mengancam kesehatan masyarakat dan ini harus disikapi oleh pihak-pihak terkait yang berwenang, jangan hanya diam saja,” kata Mantan Wabup Bogor kepada kupasmerdeka, Kamis (1/10/2015).

Advertisement

Karfat menambahkan, fenomena kesehatan yang menggejala ini secara faktual dan empirik menjelaskan kepada publik bahwasannya kondisi kebersihan dan kesehatan masyarakat di Bumi Tegar Beriman belum dapat ditangani secara sungguh-sungguh dan benar serta bobroknya kinerja dinas kesehatan. “Harus benar-benar disikapi persoalan kaki gajah, bila perlu gencarkan sosialisasi akan bahayanya penyakit tersebut kepada masyarakat jangan hanya diam dan menghabiskan anggaran saja,” ujar Karfat.

Dalam hal ini Karfat menganggap, pemkab Bogor sungguh sangat memalukan, dimana pejabat-pejabat tingginya memang sudah tidak punya rasa malu lagi.

”Kan sudah jelas, dimana kehadiran kepala negara dan menteri kesehatan ke Cibinong pada hari ini, hendaknya dijadikan cambuk bagi para pemimpi itu untuk berhenti membodoh-bodohi dan membohongi warga kabupaten Bogor,” tutupnya. (Harun)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*