Media Barat Lancarkan Perang Informasi Terhadap Rusia

sukhoi su-34
Pesawat Tempur Sukhoi SU-34, diantara puluhan pesawat tempur milik Rusia yang menggempur ISIS di Suriah.

Luar biasa!

Baru saja pesawat-pesawat tempur Rusia lepas landas untuk menyerang target-target ISIS di Suriah, lobi Barat anti-Rusia sudah membanjiri media sosial dengan klaim-klaim tidak jelas yang didengungkan pula oleh media Barat, yang notabene menjadi sumber berita mancanegara bagi kantor berita di Indonesia.

Kantor berita Barat menyatakan bahwa Rusia tidak menargetkan ISIS, tapi “para pemberontak moderat”, dan serangan Rusia membunuh banyak rakyat sipil yang tidak berdosa. Foto korban anak-anak bertebaran, dan juga foto-foto orang yang ditarik dari reruntuhan, didampingi oleh komentar-komentar anti Rusia.

Ada dua penjelasan atas respon secepat kilat ini dari lobi anti-Rusia.

Yang pertama, mereka memiliki narasumber hebat di Suriah yang mengetahui persis berapa korban yang terbunuh dalam serangan Rusia, dalam hitungan menit! Mereka juga memiliki ilmu melihat masa depan, bisa mengetahui siapa saja korban yang akan terbunuh bahkan sebelum bom dijatuhkan! Narasumber mereka di lokasi juga tampaknya memiliki koneksi internet wi-fi yang sangat bagus di tengah zona perang, dan mereka mampu mengunggah video-video korban serangan Rusia dengan cepat! Kalah kita di Indonesia!

Kemungkinan kedua adalah lobi anti-Rusia ini sudah menyiapkan tuduhan-tuduhan mereka, tersimpan dan siap diunggah ke dunia maya pada saat parlemen Rusia menyetujui intervensi Rusia di Suriah, untuk mendiskreditkan operasi ini.

Kelompok pengawas Media, Media Lens, sudah mewanti-wanti sebelumnya tentang apa yang akan kita saksikan dari laporan media barat: bahwa pesawat tempur rusia membunuh rakyat sipil, sedangkan pesawat tempur Amerika dan Inggris membunuh para terduga militan!

Inilah perang informasi.

Rusia? Melancarkan serangan udara di negara lain? Itu konyol! Hanya Amerika dan sekutunya yang boleh!

Orang-orang yang mendukung intervensi melawan ISIS di Suriah Selasa kemarin tiba-tiba balik kanan dan mengkritik intervensi pada hari Rabu, kalau yang mengintervensi itu Rusia. Para neokonservatif yang kemarin mencintai bom, tiba-tiba membenci bom?

Tiba-tiba para “pemberontak moderat” yang sudah diakui Presiden Amerika Serikat Barack Obama sangat sedikit jumlahnya, mereka menjadi banyak dan serangan udara Rusia menargetkan mereka. Sebaliknya, ISIS, yang sebelumnya kita dikabari mereka berada dimana-mana, tiba-tiba hilang! Paling tidak, mereka tidak berada di lokasi serangan Rusia.

Mereka yang berdiam terhadap pembunuhan rakyat sipil oleh Arab Saudi di Yaman dan oleh sekutu Amerika di Irak dan Suriah, malah sekarang meributkan tuduhan terbunuhnya rakyat sipil oleh serangan Rusia, bahkan sebelum kejadian itu dikonfirmasi.

Tuduhan terhadap Rusia terus berkembang. Katanya, Rusia sebenarnya tidak ingin mengalahkan ISIS, tetapi mereka mempunyai agenda egois di wilayah itu. Wow! Seolah-olah, motif Barat dalam pengacauan Suriah dan mempersenjatai pemberontak yang brutal untuk menggulingkan pemerintah yang sah ini semua demi kemanusiaan! Rusia memiliki sekutu di timur tengah, itu tidak boleh! Hanya Amerika yang boleh mempunyai sekutu di wilayah yang kaya minyak ini.

Sebenarnya, Rusia telah mengacaukan agenda pihak Barat di suriah. Amerika dan sekutunya, yang hobinya menggulingkan pemerintahan dan membuat banyak kekacauan di seantero dunia, rencana mereka dikacaukan oleh Rusia. mereka yang mendorong intervensi di Suriah yang sebenarnya untuk menggulingkan Assad, telah dilangkahi. Bagi mereka yang berada di balik perang informasi ini, mereka ingin kita melupakan apa yang sudah di gembar-gemborkan tentang bahaya ISIS selama ini. Mereka ingin kita semua memiliki otak sebesar kacang dan ingatan yang hanya beberapa hari panjangnya. Serangan propaganda media Barat terhadap Rusia tidak hanya konyol, tapi menghina kecerdasan kita semua. (HJA)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*