Kembali Telan Korban, Penambang Liar Tewas Tertimbun

Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)
Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)

Bogor,(KM) – Kembali tambang emas ilegal telan korban seorang penambang emas liar atau gurandil Cisuren di desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang tewas tertimbun saat sedang melakukan aktivitasnya.

Kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) berada di lokasi kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Resort Gunung Botol, Kecamatan Nanggung, dan hingga kini aktivitas gurandil pun masih berjalan.

Menurut rekan korban, Odih, korban bernama Tisna (45) warga kampung Cirewed, RT 01/ 01, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya.

“Korban tewas akibat masuk lobang dan tertimbun reruntuhan di dalam lobang ilegal tersebut dan langsung meninggal dilokasi lobang galian,” Senin (19/10/15).

Dia menjelaskan,saat kejadian korban bersama tiga teman sejawatnya masuk ke dalam lobang. Saat sedang melakukan penggalian bahan emas, tiba – tiba lobang tempat mereka mengambil bahan emas runtuh.

“Tiga teman lainnya beruntung bisa selamat dan hanya mengalami luka – luka. Sedangkan Tisna meninggal di dalam lobang,” imbuhnya.

Korban langsung dievakuasi pada malam itu juga oleh warga sekitar dan langsung dibawa ke tempat kediamanya dikampung Cirewed RT 01/ 01, Desa Kiarasari, Kecamaatan Sukajaya.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga setempat, empat orang gurandil tersebut masuk kelobang PETI atas suruhan oknum yang bertugas di perusahaan plat merah pengolahan emas terbesar di Kecamatan Nanggung.

Dan lobang PETI tersebut dalam keadaan tertutup selama tiga bulan saat penertiban yang dilakukan Polres Bogor, namun empat orang gurandil tersebut nekat membongkar lobang illegal itu dan nasib naas pun menimpa salah seorang gurandil yang tewas di lobang tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Nanggung belum menerima informasi terkait tewasnya gurandil di lokasi Cisuren, Desa Malasari. “Kami belum menerima laporannya,” kata Kapolsek Nanggung, AKP I Nyoman Suparta saat dikonfirmasi. (Aril/Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*