FMB Minta Kepala Dispora Kab. Bogor Mundur

gor pakansari
GOR Pakansari yang dipermasalahkan dalam dugaan korupsi. (dok. KM)

BOGOR (KM) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bogor (FMB) menuntut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli mundur dari jabatannya.

Dituntut mundurnya Yusuf Sadeli ini, karena FMB menganggap Dispora melakukan dua kesalahan yaitu melakukan kesalahan wewenang dengan mengambil alih fungsi Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ) dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dugaan adanya korupsi dalam pengejaan GOR Pakansari tahap II.

“Karena melakukan tindakan sepihak dengan melelangkan PT. Prambanan Dwipaka sebagai pemenang tender dalam pembangunan GOR Pakansari tahap II dan kelalaiannya yang berakibat kekurangan volume pekerjaan pembangunan GOR Pakansari dengan memakan uang negara sebanyak Rp.722.687.544.000 ditahap I lalu, kami menuntut beliau mundur dari jabatannya,” ucap ketua FMB Rahmatullah kepada kupasmerdeka.com, Senin (19/10/2015).

Rahmat menambahkan, polisi dan aparat hukum lainnya harus bertindak dengan adanya temuan BPK itu, terkait kelebihan pembayaran sebesar Rp. 722 juta lebih tersebut kepada pemenang tender di tahap I lalu yang dikerjakan oleh PT. WIKA.

“Temuan BPK adanya kelebihan bayar pekerjaan pembangunan harus diusut tuntas, karena terindikasi korupsi walaupun kabarnya kelebihan bayar tersebut sudah dikembalikan,” tambahnya.

Advertisement

Aksi demo yang dilakukan langsung di depan proyek GOR Pakansari ini sempat ricuh karena polisi yang mengawal tersinggung dengan ucapan mahasiswa yang dianggap keluar batas.

“Awalnya demo berjalan kondusif, tetapi ketika kawan kami berkata polisi sebagai aparat hukum harus seperti (ibarat) anjing, yang menggigit siapapun pihak yang bersalah tanpa pandang bulu. Namun polisi malah salah mengartikan dan membubarkan kami dengan paksa untuk keluar komplek GOR Pakansari,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, FMB tidak akan pernah sudi dengan adanya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (FMB) didaerah tercinta yakni Bogor. Salah satunya, sambung dia, indikasi KKN yang diduga dilakukan secara berjamaah dalam pembangunan stadion Gor Pakansari oleh pejabat tinggi di Pemkab Bogor.

”Kami tidak akan pernah diam jika masih ada koruptor yang selalu menyengsarakan masyarakat, kami dari FMB ini akan terus melawan korupsi dengan menyampaikan bahwa keadilan dan penegakan hukum harus dilakukan secara tegak dan tanpa tebang pilih. Karena oknum pejabat terkait harus bertanggung jawab penuh atas kelakuannya terutama di Dispora tersebut,“ tukasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*