FMB Soroti Dugaan Ijazah Palsu Kades Candali

kantor desa candali
Kantor Desa Candali

BOGOR (KM) – Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah menilai, adanya indikasi pemalsuan izasah palsu yang digunakan Kades Candali yang digunakan saat Pilkades serentak 2013 lalu juga menjadi perhatian serius FMB.

Pasalnya, dia menilai hal tersebut menjadi acuan buruknya sistem demokrasi di Bumi Tegar Beriman yang masih saja terjadi kecurangan dalam pemilihan kepala desa.

“Kami akan terus mengkritik setiap kejadian di Kabupaten Bogor, tidak hanya pemerintahan daerah namun dari tingkat desapun kami akan kritisi, karena kalau ini benar terjadi maka semakin menunjukan buruknya birokrasi di tingkat desa yang dimulai dari kecurangan,”ujar Rahmatullah pada kupasmerdeka.com, Senin (19/10/2015).

Dirinya meminta kepada instansi terkait agar mengusut dugaan penggunaan ijazah palsu dan memberikan sanksi yang tegas untuk memberikan contoh kepada yang lainnya dan menghindari kasus serupa terjadi kembali.

Sebelumnya, sorotan juga diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, daru Fraksi PDI Perjuangan Yusni Rivai yang mengatakan, dirinya perihatin jika benar ada Kades menggunakan ijazah palsu saat Pilkades sentak 2013 lalu.

“Saya pribadi sangat prihatin mas mengenai hal tersebut, terlebih ini kan sudah jelas-jelas telah melakukan pemalsuan surat administrasi pencalonannya sebagai syarat utama,” kata Yusni

Ia menjelaskan, ini sudah masuk tindak pidana pemalsuan jadi pihak penegak hukum bisa dapat memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia pun meminta, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dalam hal ini yang berwenang Bupati Bogor, diharapkan bisa menyikapi permasalahan tersebut sehingga kedepan tidak terus menerus menjadi polemik dikalangan masyarakat setempat.

“Jika memang benar kan kades itu sudah jelas-jelas salah, dan Pemkab Bogor pun harus mengambil langkah untuk segera menindaknya. Bila perlu pecat saja kades tersebut secara tidak terhormat, buat apa terus dipertahankan kalau dia sendiri telah melakukan kebohongan besar kepada masyarakat yang sudah percaya memilihnya sebagai Kades Candali,” pintanya.

Terpisah, Kades Candali, MY membantah keras bahwa dirinya telah melakukan pemalsuan ijazah SDN hingga mendapat ijazah Paket B untuk ikut serta dalam pencalonan Pilkades Candali 2013 lalu.

“Ini mah mas persoalan sebenarnya sudah 2 tahun lalu sudah saya selesaikan, dimana pada waktu itu saya sampai mondar mandir ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Bogor untuk meluruskan permasalahan ini. Bahkan pada masa itu saya membawa sekitar 12 orang teman seangkatan saya di SDN Margacinta 01 tersebut, bahwa saya benar dan tidak berbohong serta benar-benar lulus dari sekolah tersebut,” kilah MY saat ditemui di kantor desanya. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*