Deddy Mizwar Ingin Masalah Pertambangan Dapat Terselesaikan

Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)
Tambang liar di kab. Bogor (dok. Kupas Merdeka)

BOGOR (KM) – Upaya mencarikan solusi tentang permasalahan pertambangan yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat di Kecamatan Rumpin, Cigudeg, Gunung Sindur serta Parung Panjang yang ada pada wilayah Kabupaten Bogor bagian utara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Deddy Mizwar mengadakan rapat untuk mengatasi masalah tersebut bersama Bupati Bogor, Nurhayanti yang juga di ikuti elemen terkait, yang bertempat di Kantor BKPP Wilayah 1 Jawa Barat, Kota Bogor pada Kamis, (22/10) kemarin.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar,ada empat solusi yang di tawarkan untuk menyelesaikan masalah tambang di wilayah Kabupaten Bogor baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah, hal tersebut perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut hingga tuntas karena semua itu untuk kepentingan masyarakat.

“Ada 4 solusi yang ditawarkan dalam pertemuan kali ini, seperti pemberlakuan jam portal, peningkatan jalan yang dulunya jalan Provinsi menjadi jalan Nasional, menggunakan jalur kereta dan pembuatan jalur khusus tambang, dan semua itu akan di bahas oleh tim kecil dari seluruh elemen terkait yang akan melakukan pertemuan kembali sekitar 2 minggu kedepan,” tutur Deddy kepada wartawan, Kami (22/10/2015) kemarin.

Orang nomor dua di Jabar itu menambahkan, masalah perijinan pemilik pertambangan dan juga ijin operasi sarana pengangkut pun menjadi sorotan Wagub Jabar itu, karena ada pemilik tambang yang ijin sudah abis bahkan belum memiliki ijin operasi, hingga kendaraan para pemilik tambang tersebut tidak memiliki kelengkapan surat-surat lengkap, oleh sebab itu harus ada upaya hukum untuk memberantas persoalan tersebut.

“Masalah perijinan memang sudah masuk ranah Provinsi akan tetapi perlu upaya para pemilik tambang menyelesaikan perijinan tersebut karena semua itu untuk meningkatkan pajak daerah, bahkan kendaraan yang sudah tidak layak untuk jalan dan tidak memiliki surat resmi harus ditindak dikarenakan itu perlu upaya hukum dalam menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti mengajukan solusi jalan khusus tambang di wilayah Kabupaten Bogor, karena bila ini dapat terwujud akan menjadi percontohan dalam satu kawasan tambang yang ramah lingkungan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu, lantaran permasalahan tambang sudah masuk persoalan di 3 Provinsi seperti Jawa Barat, Banten dan Jatim.

“Permasalahan tambang di wilayah Kabupaten Bogor harus di tuntaskan dari hulu sampai hilir, dengan dibuatkan jalan khusus tambang agar dapat memudahkan masyarakat beraktivitas dan kualitas jalan dapat berumur lama,” kata Yanti.

Dirinya pun akan meminta kepada para pemilik tambang untuk melengkapi masalah perijinan yang kerap menjadi sorotan, dan bagi para pemilik tambang pun yang akan memperpanjang ijin usahanya itu diharuskan melakukan pembenahan lahan pasca hasil tambang tersebut, karena Pemerintah Daerah tidak mempunyai kewenangan dalah hal perijinan namun masuk pada bidang pengawasan produksi. Pada kesempatan tersebut para pemilik tambang berkesempatan dan masyarakat ikut berdikusi dengan Wagub dan Bupati Bogor dengan memberikan masukan terkait masalah pertambangan yang kerap menjadi polemik saat ini. (Sahrul)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*