Anggaran SMA Terbuka Di 2 Kecamatan Diduga Fiktif

Korupsi
Ilustrasi penanganan kasus tindak pidana korupsi.

BOGOR (KM) – Sejumlah kasus yang menyeret pejabat teras di Bumi Tegar Beriman menjadi pesakitan dibalik jeruji besi sepertinya tidak membuat efek jera dan contoh bagi para pejabat teras Pemkab Bogor dan sejumlah oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Kecurangan di dinas yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut, diduga kerap menerima kucuran dana dari alokasi anggaran SMA terbuka yang diduga fiktif. Ironisnya, penyelewengan ini berlangsung sejak tahun 2005 hingga sampai 2015.

Data yang diperoleh, anggaran untuk tahun 2014 sebesar Rp.881.000.000, dan ditahun 2015 anggaran yang diperuntukan bagi sekolah terbukat tingkat SMA naik menjadi Rp.1.055 miliar rupiah.

Dari hasil penelusuran kupasmerdeka.com, mata anggaran untuk kegiatan SMA Terbuka di dua Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Parung selalu tertera dalam APBD maupun KUA-PPAS Kabupaten Bogor. Namun kenyataannya, jumlah siswa yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Temuan juga mengarah kepada indikasi pemalsuan laporan pertanggungjawaban yang melibatkan sejumlah pejabat teras Pemkab Bogor.

Advertisement

Salah seorang narasumber terpercaya yang enggan disebut namanya membeberkan, bahwa saat ini sejumlah pihak terkait sedang melakukan upaya pembenahan untuk membersihkan jejak kecurangannya.

”Sedang pada kelimpungan dimintai pertanggungjawaban oleh BPK. Sebab banyak yang fiktif. Jumlah siswanya juga fiktif semua,“ kata sumber itu kepada kupasmerdeka.com, Sabtu (31/10/15).

Sementara saat kupasmerdeka.com mengkonfirmasikan hal ini pada Kabid Dikmen yakni Amsohi, melalui pesan singkatnya mengatakan dirinya tak bisa menjelaskan banyak karena sedang rapat. “Maaf saya sedang rapat dinas,” tuturnya melalui pesan singkat. (Sahrul/Aril)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*