Pemkab Bogor Akan Naikkan Tarif Layanan RSUD Kelas III

RSUD Ciawi
RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor

BOGOR (KM) – Ditengah lesunya perekonomian yang membuat rendahnya daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di kabarkan dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan kebijakan tidak populis, yakni menaikkan tarif layanan kesehatan khusus untuk kelas III di tiga Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) milik Pemkab Bogor.

Informasi akan adanya kenaikan tarif ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Wasto Sumarno kepada wartawan diruang kerjanya. “Istilahnya bukan kenaikan, tapi penyesuaian tarif,” katanya kepada kupasmerdeka.com, Rabu (16/9/2015).

Meski sudah menerima informasi soal rencana kenaikan tarif, namun Wasto mengaku belum mengetahui besaran kenaikan yang diusulkan Pemkab Bogor selaku pemilik tiga RSUD itu. “Rancangan perdanya belum kami terima, sehingga soal besaran angka kenaikannya belum diketahui,” ungkapnya.

Wasto, menegaskan Komisi IV sendiri akan meminta penjelasan dari tiga direktur RSUD, terkait alasan harus menaikan tarif.

“Kami ingin mereka (tiga direktur RSUD-red) memberikan penjelasan yang gamblang, termasuk soal landasan dan latar belakangnya. Ini penting agar publik bisa memahami, kenapa tarif layanan kesehatan kelas III itu harus naik,” ujarnya.

Advertisement

Menjawab kapan raperda kenaikan tarif diserahkan ke DPRD, politisi PKS ini mengaku belum tahu, tapi yang jelas pada bulan ini. “Komisi IV tetap akan meminta, kendati tarif harus naik, tapi jangan sampai terlalu membebankan masyarakat, intinya tarif itu masih bisa dijangkau mereka yang berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Amin Sugandi, politisi Partai Golkar itu, menegaskan Komisi IV tidak akan begitu saja menerima usulan kenaikan, bilamana penjelasan atau alasan yang dikemukan tiga direktur RSUD itu tidak masuk logika. “Intinya kenaikan tarif itu jangan terlalu tinggi, karena pemda mendirikan RSUD salah satu tujuannya membantu masyarakat kecil berpenghasilan rendah dengan mendapatkan layanan kesehatan memadai,” tandasnya.

Menurut sumber, tarif layanan kesehatan untuk kelas III terpaksa dinaikan, pasalnya tarif yang diberlakukan sekarang ini, tidak mencukupi untuk menutup tingginya biaya operasional. “Terakhir kali, tarif dinaikan pada tahun 2011 lalu, yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 12,” tutupnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*