Mahasiswa UNPAK Bogor Bersatu Meminta Penegak Hukum Mengusut Dugaan KKN Yang Dilakukan Oleh Anggota BPK-RI

Universitas Pakuan, Bogor
Universitas Pakuan, Bogor

BOGOR (KM) – Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Bersatu kembali melakukan aksi demonstrasi di lingkungan universitas tersebut, Jum’at (11/9/2015) kemarin. Pasalnya, dari oknum dan rektor dan wakil rektor II yang diduga terindikasi korup dan dijadikan ‘boneka’ oleh orang dari luar Yayasan Pakuan itu, yakni Prof. Eddy Mulyadi, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurut koordinator lapangan Maliki, terdapat hal yang sangat mencoreng fungsi dan peran strategis instansi pendidikan di Unpak Bogor yaitu adanya indikasi kuat tentang Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) secara sistematik dan terstruktur yang dilakukan oleh Rektor dan wakil Rektor II Unpak Bogor yang terindikasi dikendalikan oleh pihak diluar Yayasan Pakuan siliwangi yaitu Prof Dr. Eddy Mulyadi Soepardi yang merupakan anggota BPK RI.

“Dugaan KKN yang kami maksud, menurut pengambilan keputusan strategis tentang keuangan dan pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkuliahaan di Unpak Bogor dia (Eddy-red) menjadi penentu kebijakan karena memiliki jabatan sebagai Penasehat Anggaran di Unpak Bogor,”
kata Maliki kepada kupasmerdeka.com, Sabtu (12/9/2015).

Ia menjelaskan, salah satu bukti bahwa adanya KKN adalah bahwa jabatan Eddy Mulyadi Soepardi  sebagai penasehat anggaran di Unpak Bogor terdapat dalam suatu surat yang diterbitkan oleh pihak Rektor Unpak Bogor yang telah ditandatangani oleh Rektor Unpak Bogor dengan nomor 16/Rek/2015 tentang surat pemanggilan pelaksanaan pembangunan gedung di Unpak Bogor ini. Di bagian tembusan yang tertulis di bagian kiri
bawah surat tersebut tertulis nama Eddy Mulyadi Soepardi sebagai penasehat Anggaran Unpak Bogor.

“Berkenaan surat itu, banyak reaksi beragam telah muncul sebagai cermin kemarahan mahasiswa terhadap tindakan itu. Contohnya, yakni adanya penyebaran pamflet selebaran dan spanduk bertuliskan pernyataan sikap mahasiswa yaitu “Pecat Rektor dan Wakil Rektor II ‘Boneka’ yang dikendalikan oleh orang di luar yayasan yakni Eddy Mulyadi Soepardi tersebut selaku anggota BPK RI” di lingkungan UNPAK Bogor,” tegasnya.

Advertisement

Maka dari itu, sambung Maliki, mahasiswa UNPAK bersatu mendesak majelis kehormatan kode etik anggota BPK agar segera memanggil, memeriksa dan menyidangkan Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik sebagai anggota BPK-RI. Jika terbukti bersalah maka majelis kehormatan kode etik BPK harus segera memberhentikan Eddy Mulyadi Soepardi dari keanggotaan BPK RI.

Selain itu dirinya mendesak Kepala Bagian Resort Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar Polisi Republik Indonesia agar segera mengusut tuntas dugaan malpraktik kasus KKN pada proyek pembangunan gedung perkuliahaan di UNPAK Bogor yang diindikasi kuat dikendalikan oleh Eddy Mulyadi sebagai anggota BPK-RI, sehingga membatasi peran yayasan dan bantuan presiden atau bantuan lain yang bersumber dari keuangan negara.

“Segera tangkap Rektor dan wakil Rektor II UNPAK Bogor jika terbukti bersalah, kami pun meminta kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar meminta penjelasan resmi kepada mereka tentang dugaan KKN pada proyek pembangunan gedung perkuliahaan kami yang melibatkan Rektor dan Wakil Rektor II, saya berharap beliau (Eddy,red) segera diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan jika terbukti jelas-jelas bersalah,” pintanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam aksi yang dilakukannya terdapat perbuatan intimidasi dari pihak Dekan UNPAK Bogor dengan mengancam dua (2) mahasiswa yang ikut berdemonstrasi.

“Benar mas, saat kami selesai audiensi ada 2 anak hukum yang dipanggil oleh dekan nya yang di intimidasi sama rektor. Mereka diancam akan di Drop Out (DO) dan itu merupakan arahan dari rektor sendiri untuk disampaikan ke mahasiswa yang turun aksi tersebut. Tentu hal itu kami pun mengecam keras perbuatan intimidasi terhadap kawan-kawan kami untuk mengungkap tindakan berbau KKN di UNPAK Bogor yang kami cintai ini,” tandasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*