Komisi III Akan Sidak ke Gudang Alumunium yang Melanggar GSS

Pabrik Aluminium di Sukaraja yang diduga melanggar GSS
Pabrik Aluminium di Sukaraja yang diduga melanggar GSS

BOGOR (KM) – Sebelumnya, diduga beberapa bagian dari Pabrik X Tral Aluminium yang terletak diatas jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Kecamatan Sukaraja, secara jelas melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS) di aliran sungai Cikeas, Kabupaten Bogor.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Bogor melalui komisi III, Amin Sugandi, bila memang bangunan itu jelas-jelas dibangun di pinggir bantaran sungai Cikeas atau melanggar GSS, tentu harus diperbaiki oleh pihak perusahaan itu sendiri. Serta, dinas-dinas terkait yang berwenang atau mengawasi persoalan tersebut harus bergerak cepat untuk menindaknya.

“Kami kan di dewan fungsinya hanya pengawasan dalam hal berbagai permasalahan pembangunan. Dimana dinas terkait sebagai fungsi pengawasan pun harus menyikapi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha, jangan hanya didiamkan, kan jadinya masyarakat berfikir pemerintah tutup mata,” kata Adi yang juga politisi dari fraksi Gerindra kepada kupasmerdeka.com, Selasa (29/9/2015).

Adi menjelaskan, seharusnya para pengusaha itu lebih kooperatif dengan ketentuan yang sudah menjadi dasar hukum di Bumi Tegar Beriman ini. Jadi jangan sampai pelanggaran ini dianggap biasa bagi para investor. Karena  Peraturan Daerah (Perda) yang ada di Kabupaten Bogor sudah menjadi dasar hukum untuk mengantisipasi pelanggaran-pelanggaran semacam ini.

“Kita bukan ingin menutup ruang para investor, melainkan mereka diharapkan dapat memberi kontribusi yang baik serta bekerjasama dengan baik jangan melakukan pelanggaran yang seharusnya tidak dilakukan,” ujarnya.

Advertisement

Hal senada pun diungkapkan anggota DPRD komisi III partai Nasdem, H. Hendra Budiman, yang menyebut jika bangunan yang dimaksud memang jelas dibangun persis di bantaran sungai Cikeas dan melanggar GSS tentu dinas terkait harus cepat menindak tegas bangunan itu. Pasalnya, ditakutkan berdampak negatif bila musim penghujan tiba.

“Tindak tegas bila perlu kalau memang jelas melanggar GSS sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Bila perlu waktu dekat saya dan teman-teman lain dikomisi III DPRD Kabupaten Bogor akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mencari tahu secara jelas dalam permasalahan ini,”. Pintanya.

Terpisah, Hubungan Masyarakat pihak X Tral alumunium, Hendrik membantah jika tempat dirinya bekerja itu adalah Pabrik penghasil alumunium melainkan hanya distributor saja. Menurutnya, kesalahan yang terjadi di tempatnya bekerja tersebut bukan hanya terjadi disana, tetapi juga di perusahaan lainnya.

“Saya tegaskan, kami hanya tempat distributor saja bukannya pabrik. Kan tahu sendiri kalau misalkan pabrik itu butuh lahan yang cukup besar, sedangkan tempat kami itu hanya beberapa hektar saja,” kilahnya.

Lebih lanjut Hendrik mengaku, untuk bangunan yang dimaksud melanggar GSS itu hanyalah gudang alumunium biasa bukannya tempat berproduksi penghasil alumunium seperti yang disebut-sebut.

”Bangunan itu hanya gudang pak bukannya tempat produksi,” tutupnya. (Harun)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*