Kapolres Bogor: Tidak Mudah Untuk Membebaskan Penambang Liar

Tambang PT antam di Nanggung, Bogor

BOGOR (KM) – Dua kali warga Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melakukan aksi kepada PT. Antam Tbk meminta empat warganya dibebaskan. Namun, tetap saja tak diindahkan oleh perusahan plat merah itu. Saat ini keempat penambang liar atau yang akrab disebut gurandil masih meringkuk di Polres Bogor karena diduga mencuri batuan berbahan emas sebanyak 14 karung, yang diambil dari lahan milik perusahan Antam tersebut.

“Kami tidak bisa membebaskan begitu saja, proses hukum harus berlanjut. Tidak bisa dibebaskan begitu saja,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, kepada kupasmerdeka.com, Selasa (1/9/2015).

Sebelumnya, telah dua kali warga Bantarkaret melakukan demo meminta 4 gurandil dibebaskan. Sebanyak 300 masyarakat Bantarkaret menutup akses jalan menuju PT. Antam Tbk.

Tidak ingin dianggap lemah oleh masyarakat dan mengantisipasi terjadi tindakan anarkis, Antam meminta pertolongan kepada 500 personil gabungan terdiri dari Satuan Brimob Jawa barat, Dalmas Polres Bogor personil Polisi huru-hara lengkap dengan tameng dan mobil water canon, untuk menghadang pendemo.

“Kami bukan ingin bernegosiasi dengan Polisi, kami ingin pihak Antam membebaskan 4 rekan kami yang ditangkap kemanan perusahaan itu,” imbuh Kepala Desa Bantarkaret, Pepen Sopandi. “Perusahaan milik negara itu pun egois dan tidak mengindahkan tuntutan masyarakat. Ini aksi yang kesekian kalinya. Karena pihak Antam tidak ingin menemui kami, dan kami berjanji akan ada aksi-aksi berikutnya yang lebih besar hingga empat rekan kami dibebaskan,” ancam Pepen.

Advertisement

Dijelaskan Pepen, empat warga Bantarkaret yang ditangkap kemanan PT. Antam di lokasi level 600 area milik perusahaan plat merah, hanya maling kecil. Tentunya tidak akan imbang dengan keserakahan Antam mengeruk sumber daya alam milik warga Bogor Barat.

“Empat warga saya hanya mengambil 14 karung batu yang diduga mengandung emas, tapi diperlakukan seperti maling besar. Padahal, Antam juga melakukan penggalian emas di lahan milik perhutani,” tutur kades.

Sementara keempat warga yang ditangkap diantaranya, Hendar (30) warga Kampung Cikaung, Desa Bantarkaret, Sopian (28) dan Dudi warga Kampung Cadasleueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung.

“Ke-empat pelaku sudah diamankan di Polres Bogor. Kami pun sudah melakukan mediasi dengan masyarakat yang mendemo, namun mereka meminta dipertemukan dengan pihak Antam. Hingga kini belum ada keputusan” tutupnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*