Penambang Gelap Diamankan, PT. Antam Tbk Didemo Ratusan Warga

Tambang PT antam di Nanggung, Bogor

BOGOR (KM) – Tindakan semena-mena keamanan PT. Antam Tbk memicu masyarakat Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dengan melakukan aksi pemblokiran jalan akses menuju perusahaan plat merah tersebut. Alhasil, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas itu lumpuh menjadi tidak beroperasi. Massa yang berjumlah sekitar 300 orang menuntut PT. Antam Tbk untuk melepaskan empat warga yang di tangkap keamanan perusahaan tersebut. “Kami meminta kepada pihak PT.Antam untuk melepaskan warga kami,” pinta Kemad, warga Desa Bantarkaret kepada kupasmerdeka.com, Rabu (26/8/2015).

Tidak ingin dianggap lemah oleh masyarakat dan mengantisipasi terjadi tindakan anarkis, Antam meminta pertolongan kepada 500 personil gabungan terdiri dari Satuan Brimob Jawa barat dan Dalmas Polres Bogor personil Polisi huru-hara lengkap dengan tameng dan mobil water canon, untuk menghadang pendemo. “Kami bukan ingin bernegosiasi dengan Polisi, kami ingin pihak Antam membebaskan 4 rekan kami yang ditangkap kemanan perusahaan itu,” imbuh Kepala Desa Bantarkaret, Pepen Sopandi.

“Perusahaan milik Negara itupun egois dan tidak mengindahkan tuntutan masyarakat. Ini aksi yang kesekian kalinya. Karena, pihak Antam tidak ingin menemui kami, dan kami berjanji akan ada aksi-aksi berikutnya yang lebih besar hingga empat rekan kami dibebaskan,” tukasnya. Dijelaskan Pepen, empat warga Bantarkaret yang ditangkap kemanan PT. Antam di lokasi level 600 area milik perusahaan plat merah ini, hanya maling kecil. Tentunya tidak akan imbang dengan keserakahan Antam mengeruk sumber daya alam milik warga Bogor Barat. “Empat warga saya hanya mengambil 14 karung batu yang diduga mengandung emas, tapi diperlakukan seperti maling beasr. Padahal, Antam juga melakukan penggalian emas di lahan milik perhutani,” tutur kades.

Sementara keempat warga yang ditangkap diantaranya, Hendar (30) warga Kampung Cikaung, Desa Bantarkaret, Sopian (28) warga Kampung Cadasleueur, Dudi warga Kampung Cadasleueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung. “Ke-empat pelaku sudah diamankan di Polres Bogor, Kami pun sudah melakukan mediasi dengan masyarakat yang mendemo, namun mereka meminta dipertemukan dengan pihak Antam. Hingga kini belum ada keputusan” katanya.

Advertisement

Terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) PT. Antam Tbk, Dipo menjelaskan  untuk dari pihak Antang sendiri secara tegas mendukung penuh kepolisian dalam pemberantasan galian emas illegal disekitar PT. Antam Tbk, meskipun warga setemempat melakukan aksi pemblokiran jalan memang hal itu sudah terjadi sejak malam kemarin (Senin malam,-red) hingga selasa sore ini. Lokasi pemblokirannya pun bukan di lokasi antam, tetapi terletak di kampung Cadas leuer Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Yang mana akses tersebut merupakan jalan menuju ke PT Antam pongkor. “Aksi demo yang memblokir jalan ini, dilakukan oleh para penambang illegal yang menuntut rekan mereka untuk dibebaskan. Aksi demo ini merupakan imbas setelah sebelumnya beberapa penambang illegal telah tertangkap tangan melakukan pencurian bijih emas di lokasi Antam sampai selasa sore kemarin,” kata Dipo.

Dipo mengungkapkan,  pihak kepolisian sudah terjun ke lokasi untuk berjaga dan melakukan pengamanan dari kemungkinan aksi yang lebih buruk. Antam secara tegas mendukung penuh langkah kepolisian dalam memberantas segala bentuk kegiatan illegal mining di area antam sebagai objek vital nasional.

“Saat ini para penambang ilegal yg terbukti melakukan pencurian bijih emas di lokasi antam masih dalam tahap pemeriksaan hukum, dan akan diproses lanjut sesuai dengan ketentuan undang undang yang berlaku,” tukasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*