Selama Musim Kemarau, Terdapat 26 Kasus Kebakaran di Kabupaten Bogor

Kekeringan
Berbagai lapisan masyarakat menderita kekeringan.

BOGOR (KM) – Musim Kemarau tahun 2015 yang saat ini terjadi di beberapa daerah seperti di Kabupaten Bogor, bukan hanya mengakibatkan masyarakat mengalami kekeringan. Namun, juga perlu diwaspadai musim kemarau itu bisa berdampak pula terjadi kebakaran pemukiman padat maupun lahan.

Seperti yang dikatakan Kepala Kasi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo menuturkan, musim kemarau yang terjadi saat ini memang benar bukan hanya berdampak akan kekeringan, akan tetapi memicu rawan kasus kebakaran akibat korsleting listri arus pendek.

“Selama tahun 2015 ini, kami sudah menangani sedikitnya 136 kasus kebakaran, sedangkan selama musim kemarau beberapa pekan terkahir terhitung sudah ada 26 kejadian bencana kebakaran,” kata Budi kepada kupasmerdeka.com, Selasa (28/7/2015).

Budi menjelaskan, untuk data di BPBD wilayah yang telah terjadi kasus kebakaran itu, diantaranya, Kecamatan Ciomas, Citeureup, Leuwiliang, Babakan Madang, Bojonggede, Cibinong, Rancabungur, Parung, dan Leuwisadeng. Rata-rata kebakaran tersebut berasal dari korsleting listrik arus pendek yang mengakibatkan kebarakan tersebut pada umumnya.

Advertisement

“Kami pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewaspadai agar selalu mengecek instalasi yang berada di rumah-nya masing masing,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengutarakan, selain kasus kebakaran yang terjadi dipemukiman padat, namun ditahun 2015 saat ini juga telah terjadi kasus kebarakan jenis baru yakni, kebakaran lahan pertanian selama bulan puasa kemarin yang berada di Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya, dan Desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya.

“Kasus itu kami duga diakibatkan dari kelalaian manusia dengan membuang puntung rokok disembarang tempat sehingga mengakibat kebakaran lahan didua desa tersebut. Saya juga meminta kepada warga, yang memiliki lahan dan sebagainya agar terus dipantau serta diamati dengan betul sehingga bisa mengantisipasi kebakaran lahan kembali seperti yang sudah-sudah,” pungkasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*