Rudi Sabana Nasdem: Pemekaran Kab. Bogor Timur Didukung Seluruh Lapisan Masyarakat

Kondisi infrastruktur di Bogor Barat masih tertinggal dibandingkan dengan daerah Bogor Timur

BOGOR (KM) – Wacana masyarakat Bogor Timur (Botim), Kabupaten Bogor yang menginginkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) bertujuan untuk pembangunan agar lebih merata. Hal itu kini terus mencuat bahkan mendapat dukungan dari beberapa wakil rakyat yang notabane nya daerah pemilihan (Dapil) II (2).

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rudi Sabana mengatakan, dalam wacana tersebut tentu dirinya secara pribadi sangat mendukung jika hal itu untuk kepentingan masyarakat banyak terutama bagi warga Botim. Terlebih, seluruh lapisan unsur lapisan tokoh masyarakat Botim sudah mendukung penuh untuk perihal tersebut.

“Pribadi saya sangat mendukung jika Botim ini di mekarkan, bahkan sebelum menyuarakan Botim ini kita sudah merangkul dan mengajak seluruh tokoh lapisan warga Botim demi kemajuan serta kepentingan bersama dalam meningkatkan pembangunan di segala aspek Bidang,” ungkap Rudi kepada kupasmerdeka.com, Jum’at (26/6/2015),

Menurutnya, alasan kenapa Botim ini ingin di mekarkan karena ia menilai bahwa pembangunan Pemkab Bogor selama ini untuk wilayah Bogor Timur belum merata. Selain itu, jika Botim ini disahkan pun sudah akan sangat mandiri karena setiap tahun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemkab Bogor sudah mencapai kurang lebih 60 persen.

“Jadi sudah sangat layak menurut saya sahkan saja Botim itu untuk DOB. Secara garis besar Bupati dan Pimpinan daerah tak ada alasan lagi untuk menunda hal tersebut,” tutur politisi partai Nasdem itu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk surat keputusan musyawarah desa (SKMD) saat ini sudah diserahkan kepada Bupati Bogor dan pimpinan DPRD Kabupaten Bogor. Dengan tujuan ingin meningkatkan pembangunan dan perubahan. “Intinya tidak ada kepentingan politik dan, pribadi. Yang dimana pemekaran botim terdiri dari 7 kecamatan, dan 75 desa, dari jumlah itu semua SKMD yang sudah selesai sebanyak 63 desa, jadi sisanya hanya tinggal 12 desa masih dalam proses perbaikan. “tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Presidium Botim, Wawan Komara mengutarakan pengajuan SKMD beberapa waktu lalu sudah diserahkan kepada Bupati Bogor dan pimpinan DPRD, karena dalam peraturan perundang-undangan itu pertama hasil SKMD dari 75 desa memang hanya 12 desa yang masih dalam proses. Mana kala aspirasi ini sudah disampaikan keputusan semuanya hanya tinggal menunggu kebijakan di tingkat Kabupaten Bogor dimana sesuai dengan ketentuan dan harapan warga masyarakat Bogor Timur semua agar Bupati bisa membahas hal ini dengan DPRD melalui APBD perubahan. “Karena mereka kan bekerja harus ditunjangi oleh anggaran, makanya mohon kiranya pemekaran itu masuk dalam rencana kerja daerah (Rakerda) diperubahan anggaran tersebut.
Saya rasa juga rekan-rekan dewan yang mendukung ini sudah menunggu di pembahasan anggaran perubahan tadi, dengan harapan pada tahun 2015 ini dapat memberikan persetujuan untuk dijadikan bahan lanjutan pengusulan ke tingkat provinsi atau Gubernur Jawa Barat,” paparnya.

Ia menambahkan, dari persetujuan tersebut diakhir tahun 2015 nanti dimana Bupati Bogor bisa mengeluarkan surat keputusan bersama. Karena untuk wacana pemekaran Botim itu masih hanya proses tingkat Kabupaten, dan itu masih berjalan tahapannya. “Jadi semua pihak jangan paranoid lah jika mendengar pemekaran, dimana sepanjang untuk kemaslahatan umat, percepatan pembangunan kenapa tidak itu lah merupakan tugas dari eksekutif Pemkab Bogor. Asal diketahui pula bahwa saat ini masyarakat Botim merasa sangat khawatir dimana Pemkab Bogor tidak bisa memprioritaskan DOB Botim ditahun 2015, kita akan tunggu keseriusan eksekutif di perubahan anggaran, jika tak serius pun disetiap kecamatan akan menurunkan massa sedikitnya 10 mobil truk ke Pemda Bogor,” tutupnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*