Penyerangan Jemaah Masjid Daarul Maarif Di Jakarta Timur ditangkap Polisi
JAKARTA (KM) – Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial F yang diduga melakukan penyerangan kepada jamaah yang tengah sholat subuh berjamaah di Masjid Darul Ma’arif, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (8/11). Aksi itu dilaporkan mengakibatkan tiga orang jamaah luka-luka.
Menurut keterangan Polres Metro Jakarta Timur, korban ketiga mengalami luka bacokan dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dua korban dirawat di RS Islam Pondok Kopi, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke RS Harum.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Barang buktinya meliputi kapak, belati, dua tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, serta bensin.
Kasi Humas Polres Metro Jaktim AKP Made Budi menyampaikan bahwa penyidik masih menelusuri berbagai kemungkinan yang melatarbelakangi tindakan pelaku, termasuk dugaan perencanaan dan keterkaitan dengan kelompok tertentu.
“Penyidik masih mendalami motif, latar belakang, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut, termasuk mendalami apakah terdapat ideologi motif atau keterkaitan dengan jaringan tertentu,” ucap AKP Made Budi kepada awak media Minggu (8/11).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika jamaah tengah melaksanakan sholat subuh di Masjid Darul Ma’arif pada sekitar pukul 04.15 WIB. Berdasarkan keterangan Saksi, sejumlah jamaah melihat adanya api di depan pintu masjid.
Ketika itu, beberapa jamaah kemudian berupaya menyelesaikan api tersebut. Namun, di tengah situasi tersebut, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap tiga orang jamaah di dalam masjid.
Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah Saksi. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempengaruhi informasi yang belum pasti kebenarannya.
Made menegaskan bahwa polisi belum akan menyampaikan kesimpulan mengenai motif sebelum proses penyidikan menghasilkan bukti yang cukup.
“Kami tidak ingin berspekulasi dan akan mendasarkan setiap kesimpulan pada fakta serta alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” ucap Made.
Setelah api dipadamkan, pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap tiga jemaah. Akibat serangan tersebut, seluruh korban mengalami luka-luka.
Polisi memastikan pria berinisial F telah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur. Hingga keterangan terakhir disampaikan, penyidik masih mendalami motif, latar belakang, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam penyerangan tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan, penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, toleransi, dan situasi keamanan serta menjaga masyarakat agar tetap aman dan kondusif,” ucapnya.
Reporter ****Rwn
Editor: Yoe
Leave a comment