Warga Letakkan Buket Bunga di Eskalator Mati Skybridge Bojonggede, Sindir Lambannya Perbaikan
BOGOR (KM) – Gerakan warga bernama “Warga Bersuara” menggelar aksi protes simbolik dengan meletakkan buket bunga di depan eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede, Senin (26/10/2026).
Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan pengguna KRL terhadap kerusakan eskalator yang tak kunjung diperbaiki. Satu unit eskalator dilaporkan mati selama hampir satu tahun, sementara satu unit lainnya rusak lebih dari satu minggu.
Kondisi ini memberatkan ribuan warga yang setiap hari melintasi skybridge untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas harian.
Berangkat dari Keluhan Pengguna KRL
Penggerak Warga Bersuara, Fika, mengatakan aksi ini lahir dari keluhan yang menumpuk di lapangan.
“Kami menginisiasi Warga Bersuara karena banyak keluhan masyarakat yang kami temukan. Kami sendiri pengguna KRL dan melihat langsung bagaimana kondisi ini menyulitkan warga setiap hari. Kami merasa tidak bisa terus diam ketika persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang belum mendapat kepastian penyelesaian,” ujar Fika.
Senada, pengguna KRL harian, Yogen, menilai kerusakan ini bukan persoalan sepele.
“Setiap hari kami melewati jalur ini untuk bekerja di Jakarta. Ketika eskalator tidak berfungsi dalam waktu lama, masyarakat yang harus menanggung kesulitannya. Kami meminta Dishub dan Pemkab Bogor memberikan penjelasan yang terbuka, langkah penanganan yang jelas, dan kepastian kapan fasilitas ini dapat kembali berfungsi,” tegasnya.
4 Tuntutan Warga Bersuara:
1. Kepastian jadwal perbaikan eskalator Skybridge Bojonggede
2. Keterbukaan informasi soal kendala dan anggaran penanganan
3. Koordinasi jelas antara Pemkab Bogor, Dishub, KAI dan pengelola stasiun
4. Jaminan aksesibilitas dan keselamatan bagi kelompok rentan: lansia, disabilitas, ibu hamil
Warga Bersuara menegaskan, aksi buket bunga ini adalah kontrol sosial secara damai. Bukan menuntut kemewahan, tapi fasilitas publik yang layak, aman dan berfungsi.
“Bagi kami, persoalannya bukan hanya eskalator yang berhenti bergerak. Ini juga tentang bagaimana keluhan masyarakat ditanggapi. Jangan sampai warga terus menanggung dampaknya sementara kepastian penanganan tak kunjung diperoleh,” tutup pernyataan tersebut.
Gerakan ini mengajak seluruh pengguna KRL Bojonggede untuk turut mengawal hingga ada tindak lanjut nyata dari Dishub dan Pemkab Bogor.
Reporter: HSMY
Editor: Drajat
Leave a comment