Republik Diprediksi Kuasai Senat AS dengan Perolehan 53-47 Kursi

WASHINGTON (KM) – Menjelang pemilihan paruh waktu (midterm election) yang akan berlangsung pada 3 November mendatang, peta politik Amerika Serikat menunjukkan tren penguatan bagi Partai Republik.

 

Pengamat AS, DR. Jerry Massie Ph.D mengatakan berdasarkan berbagai data survei dan hasil penghitungan suara awal, Partai Republik diproyeksikan akan menguasai Senat dengan komposisi 53-47 kursi, menggeser dominasi Partai Demokrat.

 

Pergeseran ini didorong oleh perolehan suara signifikan di sejumlah negara bagian kunci atau battleground states.

 

“Salah satu sorotan utama terjadi di Michigan, di mana pertarungan antara kandidat Republik Mike Rogers dan wakil Demokrat Abdul Al-Sayyed berjalan sangat ketat. Meski sebelumnya Al-Sayyed memimpin dengan selisih 6-7 persen, polling terbaru menunjukkan Rogers kini unggul tipis 2 persen. Perubahan arah dukungan ini diduga kuat berasal dari pemilih Yahudi dan Afrika-Amerika yang mulai beralih mendukung Rogers,” ungkapnya.

 

“Di Arizona, kejutan juga terjadi setelah Partai Republik berhasil merebut kembali Maricopa County, wilayah yang sebelumnya dikuasai Demokrat pada pemilu 2024,” ungkapnya, Jumat (30/10/2026).

 

Data pemilihan awal menunjukkan Republik unggul tipis dengan 361.264 suara dibandingkan Demokrat yang meraih 360.335 suara dari total hampir satu juta pemilih awal.

 

Di Ohio, persaingan sengit terjadi antara petahana Jon Husted dari Partai Republik dan senator senior Sherrod Brown dari Demokrat. Meskipun berbagai survei sebelumnya memprediksi keunggulan Brown, realitas di lapangan menunjukkan Husted unggul dengan perolehan 663.378 suara melawan 515.193 suara milik Brown.

 

Keberhasilan Husted tidak lepas dari dukungan kampanye intensif mantan Presiden Donald Trump, yang juga turun tangan mendukung calon Gubernur Ohio dari kubu Republik, Vivek Ramaswamy. Posisi Husted sendiri merupakan pengganti JD Vance yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden sejak 2024.

 

Sementara itu, di Texas, basis tradisional Partai Republik tetap sulit ditembus oleh Demokrat. Kandidat Republik Ken Paxton, yang didukung dana kampanye fantastis sebesar 158 juta dolar AS dari Elon Musk, berhasil mempertahankan keunggulan atas lawan dari Demokrat, James Talarico.

 

Meski Talarico mendapatkan suntikan dana besar dari George Soros dan Bill Gates, hasil pemilihan awal menunjukkan Republik mendominasi dengan 54,98 persen suara. Situasi serupa juga terlihat di Maine, di mana petahana Susan Collins diproyeksikan masih mampu memenangkan pemilihan ulang dengan margin tipis atas Troy Jackson, meskipun beberapa survei lain menunjukkan persaingan yang lebih seimbang.

 

Meski Republik mengalami angin segar di banyak wilayah, tantangan tetap ada di negara bagian seperti Georgia dan North Carolina. Di Georgia, Jon Ossof dari Demokrat masih memimpin dengan 53,2 persen suara atas Mike Collins, sementara di North Carolina, Roy Cooper unggul atas Michael Whatley.

 

Namun, secara keseluruhan, momentum saat ini menguntungkan Partai Republik untuk mengendalikan Senat, bahkan ada kemungkinan perolehan kursi bisa melebar menjadi 54-46 jika mereka berhasil mempertahankan posisi di Alaska dan Maine serta merebut wilayah-wilayah strategis lainnya.

 

Hasil akhir akan sangat ditentukan oleh partisipasi pemilih pada hari pencoblosan 3 November nanti.

 

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.