Ketum FWJI Sayangkan Dugaan Pemerasan oleh Oknum Wartawan Terhadap Kepala SPPG Dramaga

Keterangan foto: Sejumlah uang yang diduga hasil pemerasan oleh beberapa oknum mengaku wartawan.(Istimewa)

BOGOR (KM) – Peristiwa dugaan pengancaman dan pemerasan kembali mencoreng dunia jurnalistik di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kali ini, tiga oknum yang mengaku wartawan berinisial Y, W, dan DS diduga melakukan intimidasi dan pemerasan dengan meminta uang senilai Rp50 juta hingga Rp60 juta kepada Muhamad Mahpud, selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga.

Kejadian bermula dari adanya operasi tangkap tangan (OTT) mandiri yang dilakukan pihak rekan kerja SPPG di sebuah kafe di Kota Bogor pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban, Muhamad Mahpud, awalnya menyetujui untuk bertemu dengan ketiga oknum tersebut. Namun, saat pertemuan, hanya dua orang yang hadir, yakni DS dan W, sedangkan Y absen.

Berdasarkan pengakuan DS dan W, aksi tersebut didalangi atas perintah Y.
Dalam pertemuan singkat tersebut, korban merasa terpojok oleh intimidasi dan ancaman yang dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp.

Karena terdesak, korban akhirnya hanya menyerahkan uang tunai senilai Rp10 juta yang dibawanya saat itu kepada DS dan W. Saat transaksi berlangsung, sejumlah rekan kerja dari SPPG memergoki aksi tersebut dan langsung meminta penjelasan.

Berdasarkan pengakuan di lokasi, kedua oknum tersebut berdalih diperintahkan oleh Y untuk mengambil uang puluhan juta rupiah dari Kepala SPPG.

Adapun modus pengancaman tersebut didasarkan pada sebuah foto swafoto (selfie) antara Muhamad Mahpud dengan salah seorang wanita yang menjadi relawan di SPPG.

Para oknum tersebut diduga mengancam, jika uang Rp60 juta tidak diberikan, narasi negatif mengenai foto tersebut akan dipublikasikan di empat media yang diklaim sudah siap tayang.

Foto yang sejatinya tidak mengandung unsur pornografi tersebut, rencananya akan digiring opininya (framing) untuk menyerang kenyamanan kerja korban.

Atas kejadian itu, Kepala SPPG Dramaga bersama rekan-rekannya langsung mengamankan oknum DS dan W beserta barang bukti uang tunai, lalu menyerahkannya ke Polres Bogor untuk diproses hukum.

Berdasarkan klarifikasi dari Muhamad Mahpud kepada FWJ Indonesia pada Rabu (21/10/2026), dirinya menegaskan tidak memiliki hubungan spesial apa pun dengan relawan tersebut melainkan murni hubungan kerja profesional.

Ia menjelaskan bahwa foto tersebut diambil jauh sebelum sang relawan menikah pada Januari 2026.

“Itu penggiringan opini mereka, seakan-akan saya ada hubungan lebih dengan wanita relawan tersebut. Padahal, foto selfie itu diambil saat para karyawan dan relawan makan bersama di sebuah rumah makan, sebagai bentuk rasa syukur atas kesiapan produksi dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Mahpud.

Menanggapi kasus ini, Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang akrab disapa Opan, sangat menyayangkan tindakan memalukan yang diduga dilakukan oleh oknum berinisial DS, W, dan Y tersebut.

“Kami sudah menerima bukti-bukti berupa rekaman ancaman dan permintaan sejumlah uang senilai Rp50 juta hingga Rp60 juta dari korban. Bahkan, di dalam rekaman tersebut terdapat upaya agar persoalan ini diselesaikan di bawah tangan tanpa diketahui pihak lain,” ungkap Opan melalui keterangan persnya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Opan menilai perilaku ketiga oknum tersebut telah melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan mencoreng harkat serta martabat profesi jurnalis.

“Tindakan ini jelas menjatuhkan dan merusak nama baik profesi jurnalis secara keseluruhan, sehingga harus ada efek jera yang tegas bagi para pelaku,” imbuhnya.

Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi sorotan publik setelah muncul laporan internal pegawai mengenai dugaan interaksi yang dinilai kurang pantas di lingkungan dapur SPPG.

Namun, Muhamad Mahpud telah membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dokumentasi yang digunakan untuk mengancam dirinya merupakan foto lama yang diputarbalikkan faktanya.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.