Akhirnya Darly Pulang Tanpa Biaya! Keluarga Apresiasi Yayasan Ultra dan Ucapkan Terima Kasih Kepada Tim Kupas Merdeka

JAKARTA (KM) — Kabar menggembirakan datang dari keluarga Darly R. Ratumbuysang, yang sebelumnya mengadukan persoalan biaya rehabilitasi kepada Redaksi Kupas Merdeka. Darly kini dikabarkan telah kembali berkumpul bersama keluarganya tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

 

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Christy, adik Darly, melalui pesan WhatsApp kepada Taufik Nasution dari Tim Kupas Merdeka.

 

“Selamat sore Pak Taufik, puji Tuhan kakak saya sudah pulang Pak, tidak keluar uang sepeserpun juga,” ungkap Christy pada Rabu (07/10/26) dengan penuh rasa syukur.

 

Sebelumnya, keluarga Darly sempat mengaku diminta menyediakan biaya rehabilitasi sebesar Rp5 juta, sementara kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Bahkan, sang ibu yang telah lanjut usia sampai mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) demi memperjuangkan nasib anaknya.

 

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Redaksi Kupas Merdeka yang melakukan penelusuran, menerima pengaduan keluarga, serta meminta klarifikasi kepada pihak Yayasan ULTRA.

 

Dalam komunikasi sebelumnya, kontak WhatsApp yang dikenal Redaksi sebagai Alif, Ketua Yayasan ULTRA, menyampaikan kesediaan memberikan pelayanan rehabilitasi gratis kepada Darly karena kondisi ekonomi keluarganya.

 

“Saya free kan bang aman,” demikian penegasan Alif melalui WhatsApp.

 

Kini, berdasarkan keterangan keluarga, pernyataan pembebasan biaya tersebut telah terealisasi.

 

Menariknya, Christy juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Yayasan ULTRA. Ia mengaku telah bertemu dengan Iqbal, yang disebutnya sebagai manajer yayasan.

 

“Tadi saya bertemu sama manager Yayasan Ultra Pak Iqbal, mereka juga baik semua Pak,” ungkapnya.

 

Christy juga menyampaikan bahwa berdasarkan cerita Darly, selama menjalani rehabilitasi dirinya memperoleh pengobatan dan perlakuan yang baik.

 

Keterangan tersebut menjadi perkembangan positif sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi, keterbukaan, dan penyelesaian persoalan rehabilitasi secara manusiawi.

 

Tidak lupa, Christy menyampaikan rasa terima kasih kepada Taufik Nasution, Hugo, dan seluruh Tim Kupas Merdeka yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarganya.

 

“Saya mengucapkan terima kasih untuk bantuannya kepada Pak Taufik, Pak Hugo dan Team Kupas Merdeka untuk keluarga saya, kiranya Tuhan membalas semua kebaikan Bapak dan Team,” tulis Christy.

 

Redaksi Kupas Merdeka turut mengapresiasi pihak Yayasan ULTRA atas pembebasan biaya rehabilitasi sebagaimana disampaikan keluarga, serta berharap pelayanan yang baik dan transparan terus diberikan kepada seluruh residen tanpa membedakan kemampuan ekonominya.

 

Kasus Darly menjadi pengingat bahwa pengaduan masyarakat perlu ditindaklanjuti dengan komunikasi, klarifikasi, dan solusi nyata, bukan sekadar saling menyalahkan.

 

Bagi seorang ibu lansia yang sebelumnya mencemaskan nasib anaknya, kepulangan Darly tanpa beban biaya merupakan kabar yang sangat berarti.

 

Pada akhirnya, yang terpenting bukan siapa yang paling berjasa, melainkan terpenuhinya hak masyarakat memperoleh pelayanan rehabilitasi yang manusiawi, transparan, dan bertanggung jawab.

 

Reporter: Gats

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA

Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.