Truk Oranye Diduga Angkut Kompos dari Jakarta Menuju Ciangir, Warga Soroti Potensi Dampak Lingkungan

TANGERANG (KM) – Keberadaan sejumlah truk berwarna oranye yang diduga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan bertuliskan “UPS Badan Air Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta” menjadi sorotan warga saat melintas menuju kawasan POO Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (11/9).

 

Warga mempertanyakan aktivitas kendaraan tersebut lantaran berdasarkan pengamatan di lapangan, sedikitnya tiga unit truk melintas dalam waktu yang berdekatan dan diduga membawa muatan dari wilayah Jakarta menuju Ciangir.

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan keberadaan kendaraan pengangkut sampah maupun material sejenis yang masuk ke wilayah Ciangir.

 

“Saat melintas, saya melihat truk sampah. Awalnya satu, kemudian ada dua dan ternyata ada tiga mobil yang melintas berdekatan,” ujarnya.

 

Menurut warga tersebut, keberatan bukan semata-mata karena jenis kendaraannya, melainkan adanya kekhawatiran terhadap dampak lingkungan apabila material yang dibawa tidak dikelola dengan baik.

 

“Saya menolak truk sampah apa pun jenisnya, termasuk yang disebut untuk daur ulang. Kalau masuk ke sini, kami khawatir bisa mencemari lingkungan,” katanya.

 

 

Sementara itu, Rizky, yang disebut sebagai pengawas LH DKI Jakarta, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon memberikan penjelasan terkait keberadaan truk tersebut.

 

Menurut Rizky, terdapat sekitar sepuluh unit truk yang membawa pupuk kompos dari kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

 

“Sepuluh unit mobil truk sampah bermuatan pupuk kompos dari TB Simatupang Jakarta Selatan. Kita membutuhkan media tanam untuk di sini, jadi membutuhkan pupuk kompos,” ujar Rizky.

 

Ia juga menyebut material tersebut akan digunakan di kawasan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

 

“Dibuang ke tanah DKI Jakarta di Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang,” katanya.

Truk Orange Dari DKI Yang Membuang Limbah Kompos Ke Tangerang, (11/9) Foto: Lucky/KM

 

Sementara itu, Kepala Desa Ciangir H. Asap Nurhidayat, atau yang akrab disapa Lurah Komeng, mengaku belum mengetahui adanya aktivitas tersebut.

 

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Lurah Komeng mengatakan bahwa pihak Pemerintah Desa Ciangir belum mendapatkan komunikasi sebelumnya terkait keberadaan maupun aktivitas pengangkutan material tersebut.

 

“Untuk hal ini saya tidak tahu karena belum ada komunikasi sebelumnya dengan pihak desa,” ujar H. Asap Nurhidayat.

 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian, mengingat aktivitas kendaraan yang disebut membawa material untuk digunakan di wilayah Ciangir berlangsung di wilayah administratif Desa Ciangir.

 

 

Keterangan mengenai material yang disebut sebagai pupuk kompos juga menjadi perhatian warga. Masyarakat berharap ada kejelasan mengenai asal material, jenis dan kandungannya, proses pengolahan, volume yang dibawa, hingga lokasi pemanfaatannya.

 

Jika material tersebut memang merupakan pupuk kompos dan aman digunakan sebagai media tanam, warga menilai informasi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat maupun pemerintah desa setempat.

 

Kritik warga juga menyoroti pentingnya koordinasi. Jangan sampai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan atau pemanfaatan material dari luar daerah berlangsung tanpa komunikasi yang memadai dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar.

 

Warga berharap instansi terkait melakukan pengawasan dan memastikan seluruh proses pengangkutan serta pemanfaatan material tersebut sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.

 

Reporter: Lucky

Editor: Yoe

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.