Lebih dari 500 Santri Keracunan Dugaan Makanan Bergizi Gratis di Sidoarjo, 88 Masih Dirawat
SIDOARJO (KM) – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 516 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026). Seluruh korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. “Yang sudah dipulangkan kurang lebih 427 pasien,” ujar Subandi saat memberikan keterangan pers, Rabu (2/9/2026). Sementara itu, sekitar 88 pasien lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di rumah sakit setempat.
Subandi menambahkan, keluhan yang dialami para santri umumnya berupa pusing, nyeri perut, dan sesak napas yang muncul sesaat setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut. Pihak pemerintah daerah terus memantau perkembangan kesehatan para korban bekerja sama dengan jajaran medis di RSUD Sidoarjo.
Menindaklanjuti kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang memasok makanan ke pondok pesantren tersebut. Berdasarkan data temuan awal, Subandi mengakui adanya sejumlah dapur MBG di wilayahnya yang belum melengkapi izin operasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kurang lebih hampir 21 ini yang masih belum lengkap izinnya. Apakah ini termasuk atau tidak, nanti akan kita sidak,” imbuh Subandi. Namun, ia menyayangkan bahwa kewenangan pemerintah daerah saat ini masih terbatas pada aspek pengawasan. Pemda mengaku tidak memiliki wewenang langsung untuk menutup atau memberhentikan operasional penyelenggara MBG apabila ditemukan pelanggaran di lapangan, sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak berwenang di tingkat pusat.
Perlu diketahui, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk mendukung kelancaran dan jangkauan program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp268 triliun sepanjang tahun anggaran 2026.
Reporter: rso
Leave a comment