Keluarga Mengaku Jual Motor dan TV untuk Biayai Suami yang Direhabilitasi
JAKARTA (KM) – Kondisi ekonomi keluarga dari pasien rehabilitasi R menjadi sorotan publik, setelah istri N mengaku harus menjual motor hingga televisi demi mengusahakan biaya agar suami dapat kembali ke rumah setelah ditempatkan di sebuah lembaga rehabilitasi di wilayah Jakarta Selatan.
Dari keterangan istri N, suaminya diamankan petugas polisi setelah didapati membawa obat tramadol, dan kemudian suaminya ditempatkan di lembaga rehabilitasi.
Persoalan muncul ketika keluarga mengaku mendapat penjelasan mengenai biaya agar R dapat menjalani rawat jalan dan pulang. Ia menyebut angka awal sekitar Rp10 juta.
Mendengar nominal tersebut, N menyampaikan janjinya dan melakukan negosiasi, dan ia mengaku diminta mengusahakan sekitar Rp8 juta.
“Saya sudah pinjam sana sini, nggak bisa sama sekali. Saya cuma dapat Rp500 ribu, sorenya saya jual TV. Saya sudah mentok banget Rp2 juta,” demikian isi percakapan N dengan seseorang yang menurut keterangannya berhubungan dengan tempat rehabilitasi tersebut.
N mengaku sebelumnya telah menjual sepeda motor dengan harga sekitar Rp1 juta. Ia juga menceritakan kebutuhan rumah tangganya yang sulit dan mempunyai anak berusia sekitar satu tahun yng membutuhkan biaya termasuk susu dan popok.
“Bagaimana Pak, anak saya manggil ayah ayah terus. Susu pampers aja susah,” ungkap Naila kepada Redaksi Kupas Merdeka.
Dirinya menyebut suaminya berada di Yayasan Malaka Medicare Indonesia di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia juga menyebut seseorang yang berinisial saya sebagai pihak yang berkomunikasi dengannya.
Perlu dicatat, nama yayasan, nama pihak yang disebutkan, dan nominal biaya masih berdasarkan pengakuan keluarga dan tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi. Konfirmasi langsung kepada pihak yayasan masih diperlukan untuk keberimbangan berita.
Redaksi Kupas Merdeka memandang perlunya adanya penjelasan terbuka mengenai beberapa poin yang dinilai penting dalam proses rehabilitasi. Antara lain;
- Apa dasar penempatan R di lembaga rehabilitasi tersebut?,
- Siapa yang melakukan asesmen dan apa hasilnya?,
- Status program apa yang sedang berjalan di R saat ini?,
- Apa komponen dan dasar penetapan biaya yang termasuk keluarga mencapai Rp10 juta dan kemudian sekitar Rp8 juta?.
Hingga berita ini ditayangkan, keterangan mengenai nominal tersebut masih berdasarkan versi keluarga. Redaksi Kupas Merdeka membuka ruang hak jawab dan klarifikasi luasnya kepada pihak Yayasan Malaka Medicare Indonesia, kepolisian, maupun pihak lain yang terkait agar permasalahan dapat disajikan secara utuh, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Kasus ini bukan semata-mata persoalan angka. Di balik proses rehabilitasi tersebut, ada seorang ibu dengan anak kecil yang mengaku menjual barang-barang rumah tangganya dan terus bertanya kapan suaminya bisa kembali pulang.
Reporter: Gats
Editor: Yoe
Leave a comment