Guruh Sukarnoputra Meninggal Dalam Usia 73 Tahun
JAKARTA (KM)- Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tutup usia pada Sabtu, 26 September 2026, di Jakarta.
Ia wafat pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang tokoh yang mengabdikan hidupnya pada seni dan politik.
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh tumbuh dalam lingkungan keluarga besar Bung Karno. Sejak kecil ia menunjukkan minat mendalam pada seni tari dan musik. Ia belajar berbagai tarian tradisional Nusantara, dari Jawa, Sunda, Bali, hingga Minang.
Pada era 1970-an, Guruh mendirikan grup musik The Flower Poetman, lalu melahirkan karya monumental Guruh Gipsy (1977) bersama Chrisye. Album ini dianggap sebagai tonggak penting dalam perpaduan musik modern dengan gamelan Bali.
Guruh kemudian mendirikan Swara Maharddhika, kelompok seni yang menampilkan pertunjukan kolosal bertema kebangsaan. Karya-karyanya, seperti Untukmu Indonesiaku, menjadi simbol kecintaan pada tanah air melalui seni.
Selain seni, Guruh juga menapaki jalur politik. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 1992–1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Setelah Reformasi, ia bergabung dengan PDI Perjuangan dan kembali duduk di parlemen hingga periode 2019–2024.
Selama lebih dari tiga dekade, Guruh aktif di Komisi X DPR RI, membidangi pendidikan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia dikenal sebagai legislator yang konsisten memperjuangkan kebudayaan sebagai bagian integral pembangunan bangsa.
Kontribusi Guruh diakui dunia internasional. Pada 1991, Pemerintah Prancis menganugerahkan Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres, penghargaan bergengsi di bidang seni.
Di Indonesia, Guruh dikenang sebagai tokoh yang menjembatani seni tradisi dengan modernitas, sekaligus menghubungkan panggung budaya dengan arena politik. PDIP menyebutnya sebagai seniman besar sekaligus pejuang Marhaenis.
Kepergian Guruh Sukarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Soekarno dan bangsa Indonesia. Ia adalah figur yang mengabdikan hidupnya untuk seni dan politik, menjadikan budaya sebagai kekuatan bangsa.
Doa dan penghormatan mengiringi kepergiannya, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Reporter: rso
Leave a comment