Genjot Ekspor dan Hidupkan Semen Kujang, PT Solusi Bangun Indonesia Raih Laba Rp278 Miliar
JAKARTA (KM) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Perseroan) sukses mempertahankan tren pertumbuhan bisnis positif di tengah bayang-bayang tantangan berat industri semen nasional, mulai dari isu kelebihan kapasitas (overcapacity), sengitnya perang harga, hingga lonjakan biaya energi dan logistik.
Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), permintaan semen nasional sebenarnya mulai menggeliat sepanjang semester I 2026 berkat percepatan belanja pemerintah untuk pembangunan daerah. Namun, pemulihan ini belum merata karena daya beli masyarakat yang melemah dan kontribusi sektor properti yang belum tumbuh signifikan.
Merespons dinamika tersebut, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa pihak manajemen memprioritaskan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas produksi.
“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental, khususnya pada penjualan retail,” ujar Rizki Kresno Edhie Hambali dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8).
Hingga akhir semester I 2026, emiten semen ini berhasil mencatatkan total volume penjualan sebesar 6,10 juta ton atau tumbuh 6,9% secara tahunan (year-on-year). Keberhasilan ini mengerek pendapatan perusahaan naik 10,63% menjadi Rp5,5 triliun, dengan capaian laba kotor sebesar Rp1,20 triliun.

Keterangan foto: Membidik peluang pasar domestik, Solusi Bangun Indonesia kembali menqhadirkan Semen Kujang untuk perkuat relevansi merek semen lokal di pasar Jawa Barat.(Dok.Istimewa)
Melalui efisiensi biaya yang ketat, Perseroan sukses membukukan EBITDA sebesar Rp806 miliar dan mengantongi laba periode berjalan senilai Rp278 milar.
Reaktivasi Merek Ikonik Jawa Barat
Memasuki paruh kedua tahun 2026, Solusi Bangun Indonesia membidik wilayah Jawa Barat sebagai salah satu motor utama pertumbuhan domestik, mengingat pertumbuhan permintaan semen di wilayah tersebut melonjak hingga 7,5% secara tahunan.
Memanfaatkan momentum ini, Perseroan bersama sang induk usaha, SIG, mengambil langkah strategis dengan menghidupkan kembali Semen Kujang. Merek ikonik tersebut memiliki rekam jejak sejarah panjang sebagai pelopor industri semen di tanah Pasundan.
“Reaktivasi Semen Kujang merupakan bagian dari cara kami mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru. Kami percaya kombinasi antara ekuitas merek yang kuat, pemahaman terhadap karakter pasar lokal, dan kapabilitas Perseroan dapat memperkuat daya saing kami di Jawa Barat,” tambah Rizki.
Sasar Pasar Amerika Serikat
Selain mengandalkan penetrasi lokal, strategi diversifikasi pasar dilakukan lewat jalur ekspor guna menyiasati kondisi kelebihan pasokan di dalam negeri. Melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, Perseroan gencar memasok semen ke pasar Amerika Serikat.
Tercatat hingga Juni 2026, volume penjualan ekspor semen tipe khusus ke Negeri Paman Sam tersebut telah menyentuh angka 97.500 metrik ton (MT). Pihak manajemen menargetkan total volume ekspor ke Amerika Serikat mampu menembus 450 ribu MT pada akhir tahun buku Desember 2026 mendatang.
Reporter: Drajat
Leave a comment