Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, NPCI Kabupaten Bogor Alihkan Pelatcab Peparda ke Lokasi Indoor
BOGOR (KM) – Paparan abu vulkanik aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai menjangkau wilayah Kabupaten Bogor tidak menyurutkan target prestasi para atlet disabilitas.
Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor memastikan agenda Pemusatan Latihan Cabang (Pelatcab) menyongsong Peparda VII Jawa Barat 2026 tetap bergulir seratus persen dengan pengalihan metode latihan secara total.
Langkah taktis ini diambil menyusul adanya imbauan dampak polusi udara dan sebaran abu vulkanik di wilayah Bogor.
Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M. Misbach, menegaskan keselamatan fisik para atlet merupakan prioritas utama tanpa mengorbankan kontinuitas pembinaan menjelang ajang olahraga akbar tersebut.
“Bahwa kegiatan pelatcab tetap berlangsung di tengah himbauan adanya dampak abu vulkanik Gunung Krakatau. Penyesuaian program juga disesuaikan agar pelatcab semua dilakukan secara indoor sambil menunggu situasi alam yang lebih baik,” tegas M. Misbach dalam keterangannya kepada awak media, Senin (7/9).
Berdasarkan koordinasi berkala bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, tim manajemen langsung merombak teknis operasional di lapangan.

Keterangan foto: Pemusatan Pelatcab NPCI Kab.Bogor secara indoor di tengah serbuan abu vulkanik anak Gunung Krakatau.(Dok.KM/Drajat)
Ketua Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji, memaparkan bahwa mobilitas atlet yang semula terkonsentrasi di kawasan Pakansari dan Pising Pulei kini ditarik ke dalam ruangan, termasuk memaksimalkan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD).
“Karena arahan untuk sementara ini kita mengadakan latihan yang indoor dulu menyesuaikan dengan kondisi alam, kami menyarankan dan merubah beberapa metode kepada pelatih. Program yang awalnya fisik di lapangan terbuka, diubah menjadi penguatan teknik dan taktik di dalam ruangan,” urai Iji Hartaji yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris NPCI Kabupaten Bogor saat ditemui langsung di SOD.
Kendati perpindahan ke ruang tertutup ini sempat memengaruhi psikologis serta ritme beberapa cabang olahraga lapangan terbuka—khususnya lintasan atletik—manajemen Pelatcab memastikan program akan dinormalisasi kembali begitu situasi cuaca membaik dan didukung kemampuan pemerintah daerah.
Di tengah situasi pembatasan alam ini, NPCI Kabupaten Bogor tetap menjalankan klasifikasi intensif lewat Tiga Skema Potensi Medali guna menjaga kans Juara Umum, yakni:
1. Skema A (Prioritas Emas): Mengawal cabor unggulan terukur seperti atletik, tenis meja, menembak, boccia, panahan, renang, dan anggar yang menorehkan rapor positif saat agenda try-out.
2. Skema B (Potensi Perak): Cabor yang diproyeksikan kuat mengamankan posisi kedua podium.
3. Skema C (Pembinaan Berkelanjutan): Sektor olahraga difabel yang dipersiapkan untuk regenerasi atlet muda jangka panjang.
Pihak manajemen meminta seluruh jajaran pelatih dan ofisial terus menanamkan motivasi tangguh kepada kontingen.
“Kepada para atlet, tetap bersemangat walaupun kondisi alam kita sedang kurang baik-baik saja. Semangat juang tetap kita tekankan agar mereka diberikan kesehatan dan terus berjuang mengukir prestasi terbaik demi Kabupaten Bogor,” pungkas Iji Hataji.
Reporter: Drajat
Leave a comment