Tekan Risiko Kecelakaan, Mahasiswa KKN MAs Kelompok 40 Pasang Reflektor Jalan di Codo Ledok Malang

Keterangan foto: Alat pemantul cahaya atau reflektor di sejumlah titik jalan rawan Dusun Codo Ledok, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, (Dok:KM)

MALANG (KM) – Sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan lalu lintas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 40 memasang alat pemantul cahaya atau reflektor di sejumlah titik jalan rawan Dusun Codo Ledok, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (05/08/2026).

Pemasangan fasilitas pengaman ini menyasar area jalan yang minim penerangan demi meningkatkan visibilitas dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.Program kerja ini merupakan bagian dari kontribusi nyata rangkaian KKN MAs nasional yang diintegrasikan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Melalui program pengabdian tersebut, para mahasiswa berkolaborasi secara langsung untuk merespons dan menjawab kebutuhan fasilitas keselamatan di lokasi penempatan.

Sebelum melakukan eksekusi di lapangan, tim mahasiswa KKN MAs Kelompok 40 terlebih dahulu melakukan survei dan pemetaan guna menganalisis kondisi geometrik jalan.

Keterangan foto: Giat mahasiswa (KKN MAs) Kelompok 40 saat memasang alat pemantul cahaya atau reflektor di sejumlah titik jalan rawan Dusun Codo Ledok, Malang (5/8/2026). (Dok:Istimewa)

Langkah ini diambil untuk memastikan pemasangan reflektor berada pada posisi presisi yang mudah menangkap sorotan lampu kendaraan, khususnya di titik-titik kelokan atau area yang membutuhkan penanda visual tambahan.

Proses instalasi pemantul cahaya kemudian dikerjakan secara gotong royong oleh para mahasiswa dengan menyesuaikan karakteristik infrastruktur jalan Dusun Codo Ledok.

(Dok:Istimewa)

Upaya preventif ini diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat keterbatasan jarak pandang saat malam hari.

Keberadaan marka reflektor portabel ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi mobilitas harian warga setempat.

Selain itu, program sederhana namun aplikatif ini menjadi bukti konkret dedikasi akademisi dalam menghadirkan solusi fisik yang menyentuh langsung aspek keselamatan publik di tingkat pedesaan.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.