Duka di Jalur Kemanusiaan: Ahmad Zaki Ali Gugur Saat Mengulurkan Tangan untuk NTT
MAUMERE (KM) — Di tengah puing-puing bencana dan rintihan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membutuhkan pertolongan, seorang pejuang kemanusiaan memberikan nafas terakhirnya. Ahmad Zaki Ali, sosok hangat pendiri relawan Gerak Bareng, meninggal dunia pada Jumat (21/8) saat mengabdikan dirinya dalam misi penanganan gempa bumi NTT.
Kelelahan yang sangat sangat setelah tak kenal lelah melayani sesama diduga menjadi penyebab kepergiannya, meninggalkan duka mendalam bagi dunia relawan Tanah Air.
Bagi Zaki, kemanusiaan tidak pernah mengenal batas. Sebelum mendedikasikan hidupnya di medan bencana, ia lebih dulu dikenal luas sebagai pendiri komunitas Punk Muslim. Melalui program penghapusan tato gratis, ia merangkul anak-anak jalanan dan memberikan mereka kesempatan kedua untuk menata hidup dengan penuh kasih tanpa menghakimi.

Evakuasi Jenasah Ahmad Zaki Ali. (Foto: Istimewa)
Perjuangan proses evakuasi Almarhum pun mendapat ketulusan dari banyak pihak. Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secepat mungkin dari daerah bencana yang terselamatkan menggunakan helikopter.
“Pukul 07.04 WITA (Sabtu), Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses bantuan jenazah almarhum,” ujar Edy.
Dari bumi Manggarai Timur, helikopter membawa jenazah Zaki menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, sebelum diterbangkan ke rumah duka di Jakarta.
Ahmad Zaki Ali kini telah menyelesaikan tugasnya di dunia. Ia pergi sebagaimana ia hidup berada di barisan terdepan saat orang lain membutuhkan pertolongan.
Selamat jalan pahlawan kemanusiaan. Jejak kebaikan dan kasih sayangmu akan terus bernapas dalam ingatan setiap jiwa yang pernah kamu bantu.
Reporter: oleh
Leave a comment