Sekdinkes Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Kasus Dugaan Keracunan MBG di Dramaga
BOGOR (KM) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menanggapi kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Dramaga pada Kamis (6/8).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Kabupaten Bogor, Gapur, mengonfirmasi bahwa ada 24 orang yang mendatangi Puskesmas Dramaga setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Sampai tadi ada satu orang yang sudah dibawa pulang. Dari total 24 orang yang datang, rata-rata kondisinya sudah membaik setelah diobservasi, meskipun masih ada satu pasien yang mengalami gejala muntah,” ujar Gapur, Kamis (6/8).
Berdasarkan hasil observasi awal, para pasien secara klinis memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang dipasarkan pada siang hari. Korban berasal dari beberapa sekolah dan fasilitator kesehatan di wilayah tersebut, dengan rincian, SDN Ciherang 01 sebanyak 19 siswa, SDN Ciherang 02 sebanyak 1 siswa, SDIT Darul Hijri sebanyak 2 siswa, dan Posyandu 1 orang.
Ia menjelaskan bahwa seluruh paket makanan yang dikonsumsi para korban berasal dari satu penyedia yang sama, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga Ciherang 02. Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, serta buah anggur.
Saat ini, pihak Dinkes telah mengamankan sampel makanan tersebut untuk diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab timbulnya gejala.
“Hasil sampel uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan untuk memastikan apakah makanan tersebut tercemar atau tidak,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas Dramaga disiagakan selama 24 jam dengan petugas medis yang siap siaga secara bergilir. Dinkes juga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Dramaga untuk memantau perkembangan di lapangan.
“Jika ada warga atau siswa lain yang mengalami gejala seperti mual dan pusing, kami mohon bantuan Pak Camat dan masyarakat untuk segera menginformasikannya agar korban bisa langsung dibawa ke puskemas,” tambah Gapur.
Terkait keberlangsungan operasional dapur penyedia MBG, Dinkes menegaskan telah mendirikan izin sementara untuk proses evaluasi. Pemantauan juga terus dilakukan terhadap ratusan penerima manfaat lainnya.
“Kami tetap memonitor sebanyak 488 orang yang menerima MBG dari dapur tersebut. Dari sisi medis, jika gejala tidak muncul setelah lebih dari enam jam, mudah-mudahan tidak ada penambahan korban,” tutupnya.
Reporter: Septiawan
Leave a comment