Pengaspalan Tak Maksimal, Diduga Aspal “Obrok” Digelar di Jalan Letnan Arsyad Kayuringin

Keterangan Foto: Proyek Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi ( Rt 01 dan Rt 07 Rw 12 Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan)

KOTA BEKASI (KM) – Pengaspalan yang dikerjakan rekanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi di jalan Letnan Arsyad RT01/12. Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, diduga tidak maksimal dan menuai pertanyaan.

Kegiatan berjudul. Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi ( Rt 01 dan Rt 07 Rw 12 Kelurahan Kayuringin Jaya) dikerjakan oleh Cv. Wistara Karya Mandiri dengan nilai kontrak RP. 294.079.606,02 menggunakan dana APBD tahun 2026 Kota Bekasi.

Dari hasil pantauan awak media, diduga material aspal (hotmix) yang digelar tersebut, menggunakan aspal curah dengan istilah “obrok” yang tidak memenuhi suhu panas yang semestinya (dingin).

“Istilah aspal “obrok” ini, aspal curah dan murah, tidak layak. Suhunya sudah dingin dan tidak memenuhi syarat. Terlihat sangat kasar yang khawatirkan tidak akan bertahan lama,” jelas seorang peng-sub aspal yang biasa mengirimkan material aspal di Bekasi.

Sementara, Revi Konsultan Pengawas waktu dimintai tanggapan soal kegiatan aspal tersebut melalui pesan whatsapp. Dirinya mengatakan, besok saya mau tinjau lapangan dulu mau saya ukur, setelah di ukur saya suruh perbaiki

Ketika dilakukan tinjau kelokasi, Revi, tadi saya udah tinjau lokasi sekalian pho dan sudah di perbaiki juga,”ucapnya.

Namun, saat team media mengkrocek kegiatan aspal tersebut, hasil pekerjaan tidak ada yang di perbaiki kontraktor. Revi saat dikonfirmasi ulang tidak memberikan tanggapan lagi.

Terpisah, Erland selaku pelaksana teknis (Peltek) di Dinas BMSDA Kota Bekasi, ketika dikonfirmasi terkait aspal di jalan Letnan Arsyad RT01/12 Kayuringin, ia tidak merespon, jusru lebih memilih bungkam.

Menanggapi hal tersebut, Samuel T, Pemerhati Pembangunan Infrastruktur di Kota Bekasi, menyayangkan kegiatan pengaspalan yang tidak maksimal itu. Dan dirinya pun kecewa pengaspalan digelar tanpa pengawasan yang ketat dari Dinas maupun Konsultan, sehingga kegiatan berjalan mulus tergelar tanpa teguran.

“Aspal yang sudah tidak layak digelar, karena terlihat aspal sudah sangat kasar, yang berarti diduga suhu aspal sudah turun (dingin). Yang seharusnya suhu aspal yang layak digelar harus mencapai minimal 100 sampai dengan 150 derajat celcius (C°),” kata Samuel kepada kupasmerdeka.com Rabu, (12/8/2026).

Lebih lanjut, Samuel, seharusnya aspal yang digelar dicek suhu oleh pihak Konsultan dan Pengawas. Dirinya menilai Pengawas Dinas dan Konsultan lalai dalam hal pengecekannya.

“Sebelumnya digelar aspal harus dicek suhu dulu, agar mendapat hasil yang maksimal, andai tidak, berarti Pengawas dan Konsultan lalai tugasnya mengawasi dan mengecek kegiatan tersebut,” jelasnya.

Terkait soal peltek (pelaksana teknis) bernama Erland, terkesan mengabaikan tugas dan fungsi tufoksi saat dikonfirmasi media, untuk itu, saya meminta kepada Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, agar evaluasi pengawasan, kalau tidak bisa menjawab pertanyaan, lebih baik untuk kegiatan yang lainnya tidak diberikan pengawasan.

Dirinya pun mendesak kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar melakukan pengecekan kegiatan yang dikerjakan CV. Wistara Karya Mandiri, karena saya menduga ada permainan ketidak sesuaian dalam pekerjaan ini,” pungkasnya.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.