Orang Tua Keberatan HP Siswa Disita 2 Minggu, SMP Voctech Cimone Tangerang Diminta Berikan Penjelasan Resmi
TANGERANG (KM) – Persoalan penyitaan telepon genggam milik seorang siswa SMP Voctech Cimone, Tangerang, menuai keberatan dari pihak orang tua. Keberatan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada kepala sekolah setelah HP milik siswa berinisial JS, kelas X, disita oleh guru pada 20 Agustus 2026 dan hingga kini belum dikembalikan.
Dalam surat keberatan, orang tua siswa Marsono, S.Pd. menyatakan memahami adanya tata tertib sekolah terkait penggunaan HP. Namun, ia menekankan bahwa penerapan aturan tetap harus memperhatikan hak siswa serta ketentuan yang berlaku dalam lingkungan pendidikan.
“HP merupakan milik pribadi yang memiliki nilai ekonomis sekaligus menyimpan data penting. Karena itu, kami meminta agar barang tersebut segera dikembalikan dalam kondisi utuh,” tulis Marsono dalam suratnya.
Orang tua juga meminta pihak sekolah memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penyitaan, alasan HP belum dikembalikan, serta mekanisme dan batas waktu pengembalian barang. Informasi yang diterima keluarga menyebutkan HP baru akan dikembalikan dalam waktu sekitar dua minggu, hal yang kemudian dipersoalkan karena dianggap tidak proporsional.
Pengamat pendidikan menilai persoalan seperti ini semestinya diselesaikan melalui komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Tata tertib memang diperlukan untuk menciptakan disiplin, tetapi penerapan sanksi harus memiliki dasar yang jelas, proporsional, transparan, serta tidak mengabaikan kepentingan siswa.
“Sekolah diharapkan menjelaskan secara terbuka apakah penyitaan HP merupakan bagian dari tata tertib tertulis, siapa yang berwenang melakukan penyitaan, bagaimana prosedur penyimpanan barang, serta kapan dan kepada siapa barang tersebut dikembalikan,” ujarnya.
“Dengan demikian, persoalan tidak berkembang menjadi konflik antara orang tua dan institusi pendidikan,” harapnya.
Hingga berita ini disusun, pihak SMP Voctech Cimone belum memberikan keterangan resmi mengenai dasar penyitaan maupun alasan HP belum dikembalikan.
Kasus ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara disiplin sekolah dan perlindungan hak siswa agar kebijakan pendidikan tidak menimbulkan pelanggaran hak maupun konflik berkepanjangan.
Catatan redaksi
Berita ini disusun berdasarkan surat keberatan orang tua siswa dan keterangan pihak keluarga. Konfirmasi dari pihak SMP Voctech Cimone tetap diperlukan sebagai bagian dari prinsip cover both sides dalam pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Reporter: Lky
Leave a comment