KKN MAs Kelompok 40 Edukasi Masyarakat Dusun Codo Ledok tentang Pengelolaan Obat melalui DAGUSIBU

(Dok:KM/Istimewa)

MALANG (KM) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 40 memberikan edukasi kepada masyarakat Dusun Codo Ledok, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, mengenai pengelolaan obat yang tepat melalui program DAGUSIBU.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa dalam program KKN MAs yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengelola obat secara aman dan bertanggung jawab di lingkungan rumah tangga.

Melalui edukasi DAGUSIBU, masyarakat diajak memahami pentingnya pengelolaan obat secara tepat, mulai dari memperoleh, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengelola obat di lingkungan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat dewasa hingga lansia, khususnya ibu rumah tangga. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan kuis interaktif.

Pada sesi demonstrasi, peserta diberikan contoh cara mengenali informasi penting yang terdapat pada kemasan obat, seperti nama obat, dosis, aturan pakai, tanggal kedaluwarsa, serta petunjuk penyimpanan. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai penanganan obat yang sudah tidak digunakan atau telah kedaluwarsa.

(Dok:KM/Istimewa)

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme melalui keaktifan dalam sesi diskusi, tanya jawab, dan kuis. Mereka juga dapat menyampaikan pengalaman yang berkaitan dengan penggunaan, penyimpanan, maupun pembuangan obat di lingkungan rumah.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, mahasiswa melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi tersebut digunakan untuk melihat perubahan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah mengikuti edukasi DAGUSIBU.

Edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kebiasaan masyarakat dalam mengelola obat sehari-hari. Masyarakat diharapkan semakin selektif dalam memperoleh obat, memperhatikan aturan penggunaannya, menyimpan obat sesuai petunjuk, serta tidak membuang obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan secara sembarangan.

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 40 juga berharap pengetahuan yang telah diperoleh masyarakat dapat terus diterapkan meskipun kegiatan KKN telah berakhir. Keberlanjutan edukasi dapat didukung oleh kader kesehatan, ibu-ibu PKK, dan perangkat dusun melalui kegiatan masyarakat seperti pertemuan PKK, posyandu, maupun kegiatan kesehatan lainnya.

Melalui program tersebut, KKN MAs Kelompok 40 berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Codo Ledok. Edukasi pengelolaan obat diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan masyarakat yang lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab dalam mengelola obat di lingkungan keluarga.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.