Geliat KKN-MAS Kelompok 40: Sulap Limbah Minyak Jelantah Jadi Sabun Cuci Bernilai Ekonomis di Malang
MALANG (KM) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN-MAS) Kelompok 40 menginisiasi program pemanfaatan limbah rumah tangga di Dusun Codo Ledok, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Mereka mengajak sekaligus mendampingi warga setempat untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk sabun cuci siap pakai.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk edukasi dan praktik langsung ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengelola emisi domestik agar menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai guna.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan limbah, tetapi juga diperkenalkan pada peluang menghasilkan produk pembersih untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN-MAS Kelompok 40, Jumat (21/8).
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa bersama warga menyiapkan sejumlah bahan pokok dan peralatan pendukung. Komponen baku yang digunakan meliputi minyak goreng bekas yang telah melalui proses penyaringan, soda api (NaOH), air bersih, cairan pewangi, wadah penampung, timbangan digital, alat pengaduk, serta cetakan sabun.
Selama pendampingan berlangsung, para peserta dipandu secara bertahap mulai dari penakaran bahan baku agar sesuai formula baku. Setelah komposisi tepat, dilakukan proses pencampuran dan pengadukan secara konstan hingga adonan mencapai tingkat konsistensi atau mengental dengan sempurna.
Langkah terakhir, adonan dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan hingga memadat secara alami sebelum diaplikasikan untuk mencuci.

(Dok:Istimewa)
Warga Dusun Codo Ledok menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang pelatihan siber ini. Warga tidak sekadar mendengarkan pemaparan materi, melainkan turut andil secara proaktif dalam mempraktikkan formulasi pembuatan sabun.
Interaksi dua arah tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang matang bagi warga. Dengan demikian, masyarakat setempat didorong mampu menerapkan keterampilan pengelolaan limbah padat mandiri ini secara berkelanjutan pasca-program KKN-MAS resmi berakhir.
Melalui program pemberdayaan tersebut, KKN-MAS Kelompok 40 berharap reduksi limbah minyak goreng bekas dapat dimulai dari lingkup terkecil rumah tangga. Langkah sederhana ini diproyeksikan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menstimulus kemandirian ekonomi kreatif berbasis potensi lokal masyarakat desa.
Reporter: Drajat
Leave a comment