Direktur P3S: Dedi Mulyadi Wajib Dukung Prabowo jika Ingin Maju Periode Kedua
JAKARTA( KM)– Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Dr. Jerry Massie, SE., MA., D.MIn., Ph.D., menilai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi harus menunjukkan dukungan penuh kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Prabowo Subianto apabila ingin maju pada periode kedua.
Menurut Jerry, dukungan kepada pimpinan partai dan presiden yang sedang menjabat merupakan langkah yang wajar, etis, dan selaras dengan disiplin kelembagaan partai. Sebaliknya, kehadiran Dedi yang terus-menerus muncul di berbagai lembaga survei sebagai calon presiden justru terkesan tidak etis dan terlalu ambisius.
Sebagai kader partai, Jerry menilai Dedi seharusnya terlebih dahulu meminta arahan dan pertimbangan kepada Prabowo Subianto sebelum menampilkan diri secara berlebihan di publik sebagai calon pemimpin nasional.
“Ini manuver yang melawan dan menantang Prabowo, dan kian hari kian kencang. Bagi saya Dedi ini jagonya political imaging atau pencitraan politik, mirip dengan gaya Jokowi. Apa saja dibikin agar tetap disorot media,” kata Jerry saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Jerry menegaskan bahwa Dedi sebaiknya fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Barat. Ia menilai Dedi tidak perlu terlalu bersikeras mempersiapkan diri untuk melawan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
“Dia perlu ingat, tanpa Gerindra dia bukan siapa-siapa. Sempat kalah sama Ridwan Kamil beberapa tahun lalu. Dan Ridwan kini ditarik ke Pilkada DKI Jakarta. Kalau tetap di Jabar, Dedi tak bisa kalahkan Ridwan Kamil,” tegasnya.
Selain itu, Jerry meminta Dedi untuk berhenti memunculkan namanya di berbagai lembaga survei. Ia menduga kuat adanya pesanan atau rekayasa untuk mengangkat citra dan elektabilitas Dedi secara artifisial.
Jerry menyoroti pola pencitraan yang mengaitkan nama Dedi dengan sejumlah figur lain, seperti Gubernur Maluku Utara Sherly, Gibran, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga Anies Baswedan.
“Saya curiga dan menduga ada pesanan untuk mengangkat branding dirinya. Sudah dipasangkan dengan Sherly Gubernur Maluku Utara, Gibran, sampai Ahok bahkan Anies. Semua ini terlihat seperti upaya pencitraan yang dikoordinasikan,” ungkap Jerry.
Oleh karena itu, Jerry menyarankan langkah paling tepat bagi Dedi saat ini adalah kembali bekerja keras untuk masyarakat Jawa Barat, memperbaiki kinerjanya sebagai gubernur, dan menunjukkan kesetiaan kepada partai serta pimpinannya sebelum memikirkan ambisi nasional yang lebih jauh.
“Fokus saja sebagai gubernur, dukung Prabowo, dan jangan terlihat seperti sedang menantang pimpinan partai. Seharusnya dia mundur dari bursa survei, biarkan partai yang menentukan arah dan kebijakan bersama,” pungkas Jerry.
Pandangan ini muncul di tengah pemanasan politik menjelang tahun-tahun politik mendatang, di mana nama-nama calon pemimpin nasional mulai bermunculan, baik atas dukungan partai maupun inisiatif pencitraan masing-masing tokoh.
Reporter-rso
Leave a comment