Betonisasi Mutu K350 di Pengasinan Bekasi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, DBMSDA Lakukan Pemotongan

(Dok:KM)

BEKASI (KM) — Pekerjaan betonisasi jalan lingkungan di dua titik wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi dikenai pemotongan akibat persoalan mutu dan kubikasi pekerjaan.

Dua kegiatan tersebut masing-masing berjudul Pemeliharaan Rutin Jalan Kenari RT 05/03 Perumahan Pondok Hijau Pintu 2, Kelurahan Pengasinan, yang dikerjakan CV Ahza Sarana Mediatama dengan nilai kontrak Rp145.663.829,25, serta Pemeliharaan Rutin Jalan (Jalan Polder Pengasinan) yang dikerjakan CV Riski Makmur Sejahtera dengan nilai kontrak Rp121.939.371,90.

Informasi mengenai pemotongan tersebut disampaikan Pelaksana Teknis (Peltek) DBMSDA Kota Bekasi berinisial TGR. Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya persoalan pada mutu dan volume pekerjaan sehingga dilakukan pengurangan pembayaran.

“Dari hasil pemeriksaan terkena potongan mutu dan kubikasi. Jadi dobel agar kontraktor kapok,” ujar TGR kepada KupasMerdeka.com, Senin (24/8/2026), melalui pesan WhatsApp.

TGR menjelaskan bahwa pemotongan biasanya hanya diberlakukan terhadap kubikasi. Namun, dalam pekerjaan tersebut terdapat selisih harga akibat persoalan mutu beton.

“Biasanya hanya dipotong kubikasi, cuma karena ada selisih harga mutu dari FC 30 ke K 350 terus dikalikan kubikasi,” jelasnya.

Persoalan tersebut mendapat perhatian dari pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, Samuel. Ia menyayangkan adanya dugaan pengurangan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Dari awal pekerjaan saja, pihaknya sudah melakukan pengurangan spesifikasi mutu dan ketebalan beton di saat pelaksanaan berlangsung,” kata Samuel.

Menurutnya, kualitas pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran negara harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kualitas infrastruktur dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan uang publik.

Samuel juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan rekam jejak kontraktor dalam proses pengadaan pekerjaan berikutnya.

“Untuk ke depannya, kontraktor semacam itu jangan diberikan proyek lagi. Bila perlu blacklist. Masih banyak kontraktor profesional yang lebih baik dari segi pekerjaan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Samuel mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kegiatan yang pernah dikerjakan oleh kontraktor yang disebutnya sebagai Haji Tatang.

Ia meminta dokumen pelaksanaan pekerjaan, hasil pemeriksaan, serta dokumen terkait pemotongan pembayaran dibuka dan diperiksa untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

“Maka dari itu, dirinya mendesak BPK agar melakukan pemeriksaan semua kegiatan yang dikerjakan kontraktor bernama Haji Tatang. Minta dokumen-dokumen hasil kegiatan dan pemotongan ke Dinas DBMSDA Kota Bekasi,” tegas Samuel.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat pula pekerjaan pengecoran jalan dengan judul Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi (Jalan Pondok Timur Indah, Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya) yang dikerjakan CV Dicky Karya Mandiri dengan nilai anggaran Rp385.722.000,00.

Pekerjaan tersebut disebut menggunakan mutu K350NFA, berdasarkan keterangan pada surat jalan pengiriman material beton.

Adanya sejumlah pekerjaan betonisasi dengan nilai anggaran ratusan juta rupiah tersebut menjadi perhatian publik, khususnya terkait kesesuaian antara spesifikasi dalam dokumen kontrak dengan material dan hasil pekerjaan di lapangan.

Pemeriksaan secara menyeluruh dinilai penting untuk memastikan bahwa pemotongan yang telah dilakukan benar-benar sesuai hasil pengujian dan ketentuan kontrak, sekaligus memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Den

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.