Bakti dan Perjuangan Jurnalis di Zaman Modern
Kolom oleh . Hero Akbar / Moses *)
Di tengah riuhnya zaman,
ketika berita berlari lebih cepat dari kebenaran,
ketika jari menari di atas layar,
dan opini sering menyamar menjadi fakta,
jurnalis berdiri
membawa pena sebagai amanah,
membawa kamera sebagai saksi,
dan membawa kebenaran sebagai marwah.
Bukan sekadar mengejar berita,
bukan sekadar memburu judul dan angka pembaca,
tetapi menelusuri jejak yang tersembunyi,
mendengar suara yang terpinggirkan,
mengungkap fakta yang sengaja disembunyikan,
serta menghadirkan cahaya
di tengah gelapnya informasi.
Zaman telah berubah,
koran mungkin berganti layar,
tinta berganti piksel,
deadline berubah menjadi hitungan detik.
Namun satu hal tak boleh berubah:
integritas seorang jurnalis.
Sebab pena yang tajam
tak boleh menjadi pedang untuk menebas kehormatan,
kamera yang terang
tak boleh menjadi alat untuk menghakimi,
dan berita yang cepat
tak boleh mengorbankan kebenaran.
Jurnalis adalah saksi zaman,
mencatat jejak sejarah
ketika banyak orang memilih diam.
Ia bertanya ketika kekuasaan tak nyaman ditanya,
ia berdiri ketika kebenaran membutuhkan pembela,
dan ia menulis
meski terkadang harus berjalan
di antara tekanan, ancaman, dan kesunyian.
Perjuangan itu mungkin tak selalu terlihat,
tak selalu mendapat penghargaan,
bahkan kadang kebenaran
dibalas dengan cibiran.
Namun ingatlah,
sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang berkuasa,
tetapi juga oleh mereka
yang berani mencatatnya dengan jujur.
Wahai jurnalis zaman modern,
jangan biarkan teknologi
mengalahkan nurani.
Jangan biarkan popularitas
mengalahkan objektivitas.
Jangan biarkan kepentingan
membeli kemerdekaan pers.
Karena sesungguhnya,
pena adalah amanah,
berita adalah tanggung jawab,
dan kebenaran adalah perjuangan.
Teruslah menulis,
meski jalan terasa sunyi.
Teruslah mencari fakta,
meski kebenaran terasa pahit.
Teruslah bersuara,
meski suara itu tak selalu disukai.
Sebab ketika generasi mendatang bertanya,
“Siapa yang mencatat zaman ini?”
Biarlah jawabannya:
Mereka adalah para jurnalis
yang tidak menjual nurani,
tidak tunduk pada kepentingan,
dan tetap berdiri di garis kebenaran
demi masyarakat,
demi keadilan,
demi bangsa,
dan demi sejarah yang tak boleh dipalsukan.
*) – Pendiri kupasmerdeka.com
Leave a comment