Warga Jagabaya Blokade Jalan Provinsi Akibat Debu Proyek, Camat dan Satpol PP Parungpanjang Bantu Mediasi

Keterangan foto: Aksi blokade jalan provinsi oleh warga Jagabaya akibat tebaran debu proyek berakhir damai dan kesepakatan.(Dok:KM)

BOGOR (KM) – Aksi blokade Jalan Provinsi Jawa Barat di Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, yang dilakukan ratusan warga pada Selasa (14/7/2026) berakhir damai setelah dimediasi langsung oleh Camat Parungpanjang bersama Satpol PP Kecamatan Parungpanjang.

Hasil musyawarah menghasilkan kesepakatan bahwa penyiraman jalan akan ditingkatkan menjadi tiga kali sehari guna mengurangi debu yang dikeluhkan masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Warga menutup akses jalan menggunakan batu, kayu, dan berbagai benda lainnya sebagai bentuk protes terhadap debu pekat yang ditimbulkan dari proyek pembangunan jalan provinsi yang belum selesai dibeton.

Mendapat laporan adanya aksi blokade, Camat Parungpanjang bersama personel Satpol PP Kecamatan Parungpanjang segera menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, situasi berhasil dikendalikan dan dilakukan dialog terbuka dengan perwakilan warga serta pihak pelaksana proyek yang disaksikan sekitar 200 warga Desa Jagabaya.

Dalam musyawarah tersebut, warga diwakili oleh Siti selaku perwakilan ibu-ibu pendemo dan Jaka sebagai tokoh masyarakat. Sementara pihak pelaksana proyek diwakili oleh Rido yang membidangi pekerjaan proyek pembangunan jalan.

Berdasarkan hasil pembahasan, aksi demonstrasi dipicu oleh kondisi jalan yang sangat berdebu selama proses pembangunan. Musim kemarau membuat debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, sehingga mengganggu kesehatan dan aktivitas warga yang tinggal di sepanjang jalan.

Pihak pelaksana proyek sebelumnya telah melakukan penyiraman jalan sebanyak satu hingga dua kali setiap hari. Namun upaya tersebut dinilai belum efektif karena panjang ruas pekerjaan mencapai lebih dari lima kilometer, armada mobil tangki hanya satu unit, peralatan penyemprot mengalami kendala, serta sumber air yang berada cukup jauh sehingga proses penyiraman tidak maksimal.

Setelah dilakukan musyawarah, seluruh pihak menyepakati beberapa langkah penyelesaian. Mulai Rabu (15/7/2026), penyiraman jalan akan dilakukan tiga kali dalam sehari dengan mengambil sumber air dari wilayah Cijapar agar distribusi air lebih cepat.

Warga juga sepakat membuka kembali blokade sehingga arus lalu lintas kembali normal, sementara pihak pelaksana proyek berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan perwakilan masyarakat apabila terdapat kendala selama proses penyiraman.

Kesepakatan tersebut disambut baik oleh warga. Aksi unjuk rasa pun berakhir dengan tertib tanpa adanya insiden, dan aktivitas lalu lintas di Jalan Provinsi Jawa Barat kembali berjalan normal.

Pemerintah Kecamatan Parungpanjang berharap komunikasi antara masyarakat dan pelaksana proyek terus terjalin dengan baik agar proses pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi proyek.

Reporter: HSMY
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.