Tekan Timbulan Sampah, Kecamatan Astana Anyar Sukses Konversi Dua Ton Limbah Jadi Sembako

Foto: Kantor Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.(Dok:KM/Drajat)

BANDUNG (KM) — Pemerintah Kecamatan Astana Anyar sukses mereduksi lebih dari 2 ton sampah anorganik rumah tangga melalui program inovatif bertajuk Bazaar “Bayar Pakai Sampah”. Program hasil kolaborasi kewilayahan ini dirancang sebagai agenda rutin berkelanjutan yang akan digelar setiap tiga bulan sekali demi mendorong budaya memilah sampah dari hulu.

Kegiatan yang berpusat di Halaman Kantor Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung ini, memicu antusiasme tinggi dari ratusan warga. Warga berbondong-bondong membawa sampah daur ulang yang telah mereka kumpulkan dari rumah masing-masing untuk ditukarkan dengan voucer belanja kebutuhan pokok.

“Kemarin dari hasil rekapitulasi, sampah yang berhasil dikumpulkan warga mencapai lebih dari 2 ton,” ujar salah seorang pejabat otoritas Pemerintah Kecamatan Astana Anyar saat dikonfirmasi KM, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa jenis sampah yang diterima dalam program ini berfokus pada sampah anorganik bernilai ekonomis. Melalui kemitraan strategis bersama komunitas Bandung Dikilau dan Bank Sampah Great Bandung, sampah-sampah tersebut ditimbang untuk dikonversikan menjadi bon atau kupon belanja.

“Masyarakat mengumpulkan sampah anorganik dari rumah, lalu dibawa ke sini untuk ditukar dengan bon belanja. Kami bekerja sama dengan jaringan ritel atau supermarket lokal yang sudah bermitra dengan pihak pengembang program. Kupon tersebut nantinya bisa dibelanjakan berbagai macam komoditas sembako yang tersedia di pasar swalayan tersebut,” jelasnya.

Mekanisme transaksi dalam bazaar ini juga dinilai fleksibel dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Jika nilai belanjaan warga melebihi nominal kupon yang mereka miliki, warga cukup membayar sisa kekurangannya menggunakan uang tunai.

“Dasarnya harus menggunakan bon hasil penukaran sampah dulu. Misalkan warga membawa bon senilai Rp50.000 atau Rp60.000, lalu total belanjaannya mencapai Rp70.000, mereka tinggal menambah kekurangannya sebesar Rp10.000 hingga Rp20.000 menggunakan uang tunai,” terangnya.

Melihat besarnya dampak positif terhadap kebersihan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kecamatan Astana Anyar memastikan program ini tidak berhenti sebagai aksi seremonial belaka. Evaluasi berkala akan terus dilakukan demi menyempurnakan alur pelaksanaan ke depan.

“Agenda ini dipastikan akan berlanjut secara berkala. Kami menjadwalkannya rutin setiap tiga bulan sekali agar masyarakat memiliki waktu untuk konsisten memilah dan mengumpulkan sampah anorganik mereka di rumah,” pungkasnya.

Langkah taktis yang diambil kewilayahan Astana Anyar ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menggeser paradigma pengelolaan sampah kota.

Melalui edukasi berbasis insentif ekonomi seperti ini, warga diharapkan tidak lagi memandang sampah sebagai limbah sisa, melainkan sebagai sumber daya alternatif yang memiliki nilai guna ekologis dan ekonomis.

Reporter: Drajat, Gin Gin

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.