Tantang Era Digital, Tiga Asosiasi Konstruksi Gelar Munas V Bersama di Bogor

BOGOR (KM) – Tiga asosiasi besar di sektor konstruksi nasional resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) V secara bersamaan di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, pada Kamis (23/7).

Organisasi ketiga tersebut adalah Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (AKBARINDO), Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GABPEKSI), dan Asosiasi Badan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ABTAKINDO).

Munas V kali ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Asosiasi Badan Usaha dan Profesi Menuju Organisasi yang Profesional, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Era Digitalisasi”. Agenda besar ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan internal sekaligus memperkuat peran strategis asosiasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Ketua AKBARINDO, Agusti Mirawan, menjelaskan bahwa Munas V merupakan langkah krusial dalam perjalanan organisasi, khususnya dalam memperkuat kelembagaan dan proses akreditasi resmi.

“Munas ke-V ini menjadi bagian dari langkah strategis organisasi untuk mengajukan akreditasi agar memperoleh status terakreditasi. Pembahasan kali ini kami fokuskan pada peningkatan kinerja organisasi ke depan serta pembinaan agar seluruh anggota AKBARINDO semakin profesional,” ujar Agusti saat diwawancarai awak media di lokasi acara.

Selain fokus pada pembenahan internal, Agusti menambahkan bahwa AKBARINDO berkomitmen mendorong efisiensi di sektor konstruksi nyata. Salah satu langkah yang disampaikan adalah upaya pengendalian harga material guna mendukung efektivitas penggunaan anggaran pembangunan di daerah maupun pusat.

Demi mewujudkan ekosistem konstruksi yang sehat, AKBARINDO juga terus memperkuat strategi kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Mulai dari kolaborasi intim bersama GABPEKSI hingga kemitraan dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas dan daya saing para pelaku usaha konstruksi lokal.

“Harapan saya, khususnya bagi para pengusaha konstruksi, mereka dapat terus bertahan, semakin efektif dalam menjalankan usahanya, serta mampu menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif,” pungkas Agusti.

Munas bersama ini diharapkan dapat melahirkan sejumlah rekomendasi strategi. Output utama yang dikejar adalah peningkatan kompetensi anggota, profesionalisme tata kelola organisasi, serta terciptanya ekosistem jasa konstruksi yang adaptif terhadap evolusi teknologi digital.

Reporter: Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.