Saatnya Saling Membersihkan, Bukan Saling Melindungi
Oleh: Hero Akbar/Moses *)
(KM) – Penegakan hukum akan memperoleh kembali kepercayaan publik apabila setiap aparat penegak hukum berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap sesama aparat negara.
Ketika jaksa menangkap oknum polisi yang diduga melakukan tindak pidana, atau polisi mengungkap dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum jaksa, hal tersebut tidak semestinya dipandang sebagai konflik antarlembaga. Sebaliknya, itu dapat menjadi bukti bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan hukum masih berjalan.
Yang harus ditolak adalah budaya saling melindungi demi menjaga citra institusi. Tidak ada lembaga yang akan menjadi kuat jika membiarkan oknum berlindung di balik seragam dan jabatan. Justru keberanian menindak pelanggaran di internal maupun eksternal akan memperkuat integritas institusi tersebut.
Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak masyarakat dan menghambat pembangunan. Karena itu, pemberantasannya membutuhkan keberanian, profesionalisme, serta komitmen semua aparat penegak hukum untuk mengedepankan fakta, alat bukti, dan proses hukum yang adil.
Masyarakat tidak menginginkan perseteruan antara aparat penegak hukum. Yang diharapkan adalah sinergi dalam memberantas korupsi, sekaligus ketegasan terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya. Tidak boleh ada standar ganda, tidak boleh ada perlakuan istimewa, dan tidak boleh ada impunitas.
Sudah bukan zamannya saling melindungi. Inilah saatnya saling membersihkan. Integritas lembaga tidak dibangun dengan menutupi kesalahan, melainkan dengan keberanian mengoreksi, menindak, dan memperbaiki diri.
Apabila semangat ini benar-benar dijalankan oleh seluruh aparat penegak hukum, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan akan semakin kuat, dan cita-cita mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama.
*) Pendiri Media Kupas Merdeka
Leave a comment