RSKO Jakarta: Keberhasilan Rehabilitasi Bergantung pada Kemauan Pasien dan Dukungan Keluarga, Penyalahgunaan OKT Dinilai Kian Mengkhawatirkan

(Dok:KM)

JAKARTA (KM) – Tim Investigasi Kupas Merdeka melanjutkan penelusuran mengenai fenomena penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OKT), termasuk Tramadol, dengan mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta untuk memperoleh perspektif dari sisi rehabilitasi dan pelayanan kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, tim diterima oleh seorang petugas yang bertugas di bagian Hubungan Masyarakat (Humas).

Ia menjelaskan bahwa kesehariannya banyak berinteraksi dengan keluarga pasien serta mengamati berbagai persoalan yang dihadapi penyalahguna obat selama menjalani rehabilitasi.

Menurut petugas, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis, tetapi juga sangat bergantung pada kemauan pasien untuk pulih.

“Ada juga yang sudah menjalani rehabilitasi berkali-kali. Kalau pasien sendiri tidak punya keinginan untuk berubah, tentu proses pemulihannya akan lebih sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

“Lingkungan itu faktor besar.” Tambahnya.

Keluarga juga harus mendukung. Ada juga orang tua yang sudah menyerah menghadapi anaknya,” katanya.

Orang Tua Datang Karena Sudah Kewalahan

Dalam percakapan tersebut, petugas mengungkapkan bahwa tidak sedikit orang tua yang datang ke RSKO karena merasa sudah tidak mampu lagi mengendalikan perilaku anaknya akibat dugaan penyalahgunaan obat.

Menurutnya, kondisi tersebut sering kali membuat keluarga memilih membawa anaknya untuk menjalani rehabilitasi di fasilitas pemerintah.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa rehabilitasi bukanlah solusi instan.

“Semua kembali kepada pasien sendiri. Kalau tidak ada kesungguhan untuk berubah, tentu hasilnya tidak akan optimal,” jelasnya.

Pengamatan Petugas: Lebih Banyak Pasien dari Kalangan Menengah ke Bawah

Berdasarkan pengamatannya selama bertugas di RSKO, petugas menilai bahwa belakangan ini pasien yang menjalani rehabilitasi lebih banyak berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian pasien mengaku menggunakan obat agar tetap terjaga saat bekerja atau menjalani aktivitas berat.

Tim Kupas Merdeka mencatat bahwa pengakuan serupa juga pernah ditemukan dalam investigasi sebelumnya terhadap seorang pengguna yang mengaku mengonsumsi Tramadol agar tetap terjaga saat bekerja lembur.

Meski demikian, Kupas Merdeka menegaskan bahwa pengakuan tersebut merupakan pengalaman individual dan tidak dapat digeneralisasi sebagai alasan seluruh pengguna mengonsumsi Tramadol maupun OKT.

Keterangan foto: Tim investigasi Kupas Merdeka saat di RSKO Jakarta.(Dok:KM)

Cerita Keluarga Pasien Mengenai Dugaan Mudahnya Memperoleh Obat

Petugas juga menyampaikan bahwa dirinya kerap mendengar cerita dari keluarga pasien mengenai dugaan masih mudahnya memperoleh obat keras tertentu dengan harga yang relatif murah di sejumlah daerah.

Menurutnya, informasi tersebut berasal dari cerita keluarga pasien yang datang ke RSKO dan bukan hasil pendataan resmi rumah sakit.

Dalam percakapan itu juga sempat muncul penyebutan salah satu daerah berdasarkan cerita yang diterima dari keluarga pasien. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

RSKO: Terapi Harus Berdasarkan Indikasi Medis

Petugas menegaskan bahwa penggunaan Tramadol yang benar harus melalui jalur pelayanan kesehatan dan berdasarkan resep dokter.

Menurutnya, tenaga kesehatan tidak dapat memberikan obat hanya karena permintaan pasien. Seluruh terapi harus didasarkan pada pemeriksaan medis dan indikasi klinis.

Ia juga menjelaskan bahwa pada sebagian pasien yang mengalami ketergantungan dapat muncul rasa tidak puas ketika obat yang diinginkan tidak diberikan. Namun, keputusan terapi tetap menjadi kewenangan dokter sesuai standar pelayanan medis.

Kupas Merdeka Akan Meminta Keterangan Resmi RSKO

Tim Kupas Merdeka menegaskan bahwa wawancara ini merupakan bagian dari rangkaian investigasi untuk memahami persoalan penyalahgunaan OKT dari berbagai perspektif, mulai dari aparat penegak hukum, regulator, hingga tenaga kesehatan.

Redaksi akan mengajukan permohonan wawancara resmi kepada pimpinan dan dokter RSKO Jakarta untuk memperoleh penjelasan ilmiah mengenai mekanisme ketergantungan, dampak medis penyalahgunaan Tramadol, efektivitas rehabilitasi, serta data resmi pasien yang menjalani rehabilitasi.

Catatan Redaksi: Seluruh keterangan dalam berita ini yang berkaitan dengan tren pasien, pengalaman rehabilitasi, harga obat, maupun cerita mengenai dugaan peredaran obat di sejumlah daerah merupakan keterangan narasumber berdasarkan pengalaman dan pengamatannya selama bertugas serta informasi yang diterimanya dari keluarga pasien.

Keterangan tersebut bukan merupakan data statistik maupun pernyataan resmi Kepala RSKO Jakarta. Oleh karena itu, Kupas Merdeka akan terus melakukan check and recheck, meminta konfirmasi kepada pihak berwenang, serta menjunjung tinggi prinsip cover both sides, akurasi, dan asas praduga tak bersalah sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Reporter: Gats
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.