Qolbu untuk Akhirat, Tubuh untuk Dunia: Menjaga Keseimbangan Hidup Seorang Mukmin
Oleh: Hero Akbar /Moses *)
(KM) – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, manusia sering kali lebih sibuk merawat tubuh daripada menjaga qolbu (hati). Padahal, tubuh hanyalah kendaraan yang mengantarkan manusia menjalani kehidupan dunia, sedangkan qolbu adalah penentu arah perjalanan menuju kehidupan akhirat.
Tubuh membutuhkan makanan, pakaian, istirahat, dan pekerjaan agar mampu bertahan hidup. Semua itu adalah bagian dari ikhtiar yang diajarkan agama. Namun, jika seluruh perhatian hanya tercurah pada kebutuhan jasmani, sementara hati dibiarkan kosong dari zikir, syukur, kejujuran, dan ketakwaan, maka manusia akan kehilangan cahaya yang membimbingnya menuju ridha Allah SWT.
Qolbu yang hidup akan melahirkan akhlak yang baik. Dari hati yang bersih lahir kejujuran, kasih sayang, amanah, kesabaran, dan keikhlasan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi kesombongan, iri, dengki, dan cinta dunia secara berlebihan akan menyeret manusia pada kerusakan, meskipun secara lahiriah tampak sukses.
Islam tidak mengajarkan umatnya meninggalkan dunia. Justru dunia adalah ladang untuk menanam amal. Tubuh bekerja, berkarya, mencari nafkah yang halal, membangun keluarga, dan mengabdi kepada masyarakat. Namun semua itu hendaknya digerakkan oleh hati yang selalu mengingat Allah SWT.
Ketika tubuh lelah bekerja, qolbu tetap bertasbih. Ketika tangan mencari rezeki, hati tetap bertawakal. Ketika kaki melangkah mengejar cita-cita, hati tidak pernah melupakan tujuan akhir, yaitu kembali kepada Sang Pencipta.
Sesungguhnya yang akan dibawa ke alam kubur bukanlah jabatan, kekayaan, atau kemegahan tubuh. Yang menemani adalah iman, amal saleh, dan hati yang bersih. Karena itu, jangan sampai tubuh menjadi kuat, tetapi hati menjadi lemah. Jangan sampai dunia dimenangkan, sementara akhirat ditinggalkan.
Mari jadikan tubuh sebagai sarana beribadah dan qolbu sebagai kompas kehidupan. Sebab tubuh akan kembali menjadi tanah, sedangkan kholbu yang dipenuhi iman akan menghadap Allah SWT dengan penuh harapan akan rahmat dan ampunan-Nya.
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89).
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga qolbu kita agar tetap hidup dalam cahaya iman, sehingga setiap langkah tubuh di dunia menjadi bekal yang bernilai untuk kehidupan akhirat yang kekal.
*) Pendiri Media Kupas Merdeka
Leave a comment