Protes Keluarga Besar Raden Haji Muhammad Thohir Warnai Polemik Wakaf Alun-Alun Empang

Bogor(KM) – Selasa 30 Juni 2026 menjadi hari yang dicatat sebagai babak baru dalam polemik pengelolaan wakaf Alun-Alun Empang. Di tengah klaim Pemerintah Kota Bogor bahwa persoalan wakaf telah selesai, kenyataannya konflik justru masih terjadi di internal keluarga besar pewakaf.

 

Perwakilan keluarga besar Raden Haji Muhammad Thohir mendatangi kawasan Alun-Alun Empang untuk menyampaikan protes secara langsung. Mereka menilai masih terdapat berbagai persoalan yang belum diselesaikan secara terbuka, khususnya terkait proses pembentukan kepengurusan nazhir wakaf.

Menurut perwakilan keluarga, muncul dugaan bahwa proses pembentukan kenazhiran tidak dilakukan secara transparan. Mereka mempertanyakan mengapa keluarga besar tidak pernah diajak bermusyawarah, sementara kepengurusan yang terbentuk dinilai didominasi oleh satu garis keluarga saja.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang kini menjadi perhatian masyarakat: apakah yang sedang dikelola ini benar-benar wakaf, atau justru diperlakukan seolah-olah sebagai warisan keluarga?

 

Dalam pandangan mereka, harta wakaf bukanlah milik pribadi maupun milik suatu keluarga tertentu. Wakaf merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan semata-mata untuk menjalankan kehendak wakif sebagaimana tercantum dalam ikrar wakaf.

 

Perwakilan keluarga juga mempertanyakan tidak dilibatkannya pihak Masjid Agung At-Thohiriyyah dalam proses pembentukan kepengurusan. Padahal, menurut mereka, berdasarkan amanat wakaf, hasil pengelolaan Alun-Alun Empang diperuntukkan bagi kemaslahatan masjid.

“Jika tujuan wakaf adalah untuk masjid, mengapa pihak masjid justru tidak dilibatkan dalam proses pembentukan nazhir?” demikian pertanyaan yang disampaikan oleh perwakilan keluarga di lokasi.

 

Berangkat dari kondisi tersebut, muncul pula pertanyaan yang lebih luas di tengah masyarakat: kepentingan siapakah yang sebenarnya sedang diperjuangkan? Apakah seluruh proses ini benar-benar bertujuan menjaga amanah wakaf, ataukah terdapat kepentingan lain, baik yang bersifat politik maupun kepentingan institusional, yang memengaruhi proses pembentukan kenazhiran?

 

Untuk mencegah polemik berkembang menjadi konflik yang semakin berkepanjangan, perwakilan keluarga besar Raden Haji Muhammad Thohir menghimbau Pemerintah Kota Bogor agar menghentikan sementara seluruh proses pembangunan dan aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan Alun-Alun Empang sampai tercapai penyelesaian yang adil, terbuka, dan dapat diterima oleh seluruh pihak.

 

Mereka berharap penyelesaian dilakukan melalui musyawarah yang mengedepankan amanah wakaf, kepastian hukum, serta semangat menjaga persatuan, sehingga Alun-Alun Empang benar-benar dapat menjadi aset umat yang membawa kemaslahatan, bukan menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.

 

Reporter : Ki Medi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.