Pemerhati: Proyek Aspal di Jalan Borobudur RW 04 Diduga Jadi Bancakan Kontraktor

Keterangan foto: Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi Jalan Borobudur Raya RT12/RW04 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.(Dok:KM)

BEKASI (KM) – Pengaspalan Jalan Lingkungan (jaling) berjudul, Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi Jalan Borobudur Raya RT12/RW04 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, menuai pertanyaan yang diduga terdapat kecurangan.

Kecurigaan tersebut, muncul saat tim Media melakukan monitoring (kroscek) hasil pekerjaan aspal (hotmix) yang dikerjakan CV. Cahaya Surya Imani, dengan nilai anggran 200jt menggunakan APBD 2026 Kota Bekasi.

Dari hasil informasi warga setempat ,Joko, yang melihat langsung saat proses kegiatan berlangsung mengatakan, hasil gelaran hotmix terlihat tipis. Apalagi kondisi aspal kurang pemadatan masih terlihat kasar,”keluhnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, jumlah mobil hotmix yang datang hanya 4 mobil. Sehingga apabila dengan kapasitas isi 10 ton per- mobilnya, artinya hanya menghabiskan 10 x 4 = 40 ton.

(Dok:KM)

Berdasarkan hasil investigasi tim media di kegiatan tersebut, pada waktu selesai pengerjaan, dilakukan pengukuran menggunakan alat sigmat untuk Ketebalan volume aspal rata-rata 1,7 centimeter sampai 2,6 centimeter.

Sementara, Anton konsultan supervisi yang mengawasi pekerjaan aspal tersebut, saat dikonfirmasi soal jumlah volume kesuluruhan, dirinya mengatakan. Panjang 153 m Lebar 3,5-6 m dan penebalan 4 cm.

Namun, katika Anton dimintai tanggapan terkait pekerjaan yang kurang pemadatan dan hasil penebalan aspal, “dirinya tidak merespon” begitu juga pelaksana teknis (peltek) Dinas Bima Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Yayan, saat dikonfirmasi tidak menjawab.

Menurut, Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, Samuel, menegaskan, bahwa tipis dan tebalnya aspal akan sangat berpengaruh pada kualitas fisik, yang dikhawatirkan apabila dikerjakan tipis aspal akan cepat rusak dan mengelupas.

“Kalau tipis gelarannya akan cepat berdampak rusak dan mengelupas. Jadi spesifikasi ketebalan yang sudah disarankan Dinas harus dilaksanakan,”kata Samuel kepada kupasmerdeka.com Selasa, (21/7/2026).

Lebih lanjut, kata samuel, pihak Dinas harus melakukan pengecekan atau penelitian tentang kualitas pekerjaannya, apakah sesuai spesifikasi dan apakah diduga terjadi penyimpangan.

Sumber dana pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi ini kan menggunakan uang rakyat, jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia oleh pihak kontraktor tidak bertanggungjawab atas pekerjaannya,” tegas samuel.

Samuel pun mendesak, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk turun melakukan pemeriksaan di pekerjaan tersebut, agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan masyarakat.

Perlu diketahui, dengan volume panjang 153 meter Lebar 3, 5-6 meter dan penebalan 0,04 centimeter, seperti yang dikatakan konsultan,
jadi untuk kebutuhan matrial aspal kurang lebih 73 ton yang harus tergelar, dinas harus meminta bukti surat pemesanan aspal kepada pihak kontraktor,”desak Samuel.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.