Olah Limbah Jadi Energi, Solusi Bangun Indonesia Sabet Lestari Awards 2026 Kategori Ekonomi Sirkular
JAKARTA (KM) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) meraih penghargaan Lestari Awards 2026 untuk kategori Circular Economy segmen Large Enterprise. Penghargaan ini didapat berkat penerapan ekonomi sirkular lewat unit pengelolaan limbah Nathabumi, yang mengolah limbah industri dan sampah menjadi bahan bakar serta bahan baku alternatif untuk produksi semen.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi capaian perdana bagi Solusi Bangun Indonesia sejak pertama kali mengikuti ajang Lestari Awards yang digagas KG Media Lestari. Piala diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat kepada Alternative Fuel and Raw Material General Manager Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, dalam malam penganugerahan di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Lewat Nathabumi, perusahaan mengolah limbah yang sudah tak bernilai guna menjadi sumber daya penunjang produksi. Limbah industri dan sampah yang memenuhi syarat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan baku alternatif melalui teknologi co-processing di pabrik semen — mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam dan bahan bakar fosil, sekaligus menghadirkan opsi pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Hasilnya cukup signifikan.
Hingga akhir 2025, Solusi Bangun Indonesia tercatat telah memanfaatkan 1,98 juta ton limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif, dengan capaian Thermal Substitution Rate sebesar 15,11 persen dari penggunaan bahan bakar alternatif pengganti energi fosil.
Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, menyebut pengelolaan limbah sebagai bagian dari strategi perusahaan meningkatkan efisiensi sumber daya sambil mendorong transformasi menuju operasional rendah karbon.
“Bagi kami, limbah bukan semata persoalan yang harus diselesaikan, tetapi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai. Melalui Nathabumi, kami menghubungkan kebutuhan pengelolaan limbah dari berbagai sektor dengan kemampuan industri semen untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab,” kata Edi.

Keterangan foto: Solusi Bangun Indonesia manfaatkan limbah industri dan sampah sebagai bahan bakar serta bahan baku.(Istimewa)
Ia menambahkan, penerapan ekonomi sirkular tidak bisa dijalankan sepihak. Solusi Bangun Indonesia disebutnya terus merajut kemitraan dengan pemerintah, pelaku industri, pengelola sampah, dan masyarakat untuk memperluas pemanfaatan limbah sebagai sumber daya.
“Lestari Awards menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi kami untuk memperluas dampak Nathabumi. Semakin banyak limbah yang dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi secara bertanggung jawab, semakin besar pula peluang untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam dan bahan bakar fosil serta mendukung upaya dekarbonisasi industri,” ujarnya.
Malam penganugerahan Lestari Awards 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, serta Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
Dalam sambutannya, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya kontribusi nyata dunia usaha agar pembangunan ekonomi berjalan seimbang dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Pelaku bisnis dan industri memiliki peran penting dalam memajukan teknologi, mendorong inovasi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Praktik ESG tidak boleh berhenti sebagai jargon atau visi dan misi perusahaan, tetapi harus diwujudkan melalui penerapan yang nyata,” kata Agus Harimurti Yudhoyono.
Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan teknologi, kapasitas, dan kolaborasi pengelolaan limbah lewat Nathabumi. Langkah ini diklaim sejalan dengan agenda dekarbonisasi industri dan target Net Zero Emission Indonesia 2050 dari sektor semen, atau bahkan lebih cepat.
Reporter: Drajat
Leave a comment