Mafia Tramadol: Siapa Bermain di Balik Maraknya Peredaran Obat Keras Tertentu?

Keterangan Foto : Tramadol dan Exymer Ilegal (Dok: Istimewa)

BOGOR (KM) – Tramadol merupakan obat keras yang secara hukum hanya boleh diperoleh melalui resep dokter dan digunakan untuk kepentingan medis. Namun di lapangan, tim investigasi Kupas Merdeka menemukan fakta yang memunculkan pertanyaan besar:

Mengapa obat yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat justru diduga dapat diperoleh dengan mudah di berbagai daerah?

Selama beberapa pekan terakhir, tim investigasi melakukan penelusuran dengan mewawancarai aparat penegak hukum, Badan Narkotika Nasional (BNN), Balai Besar POM (BBPOM), Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), keluarga pengguna, hingga masyarakat.

Dari rangkaian penelusuran tersebut muncul pertanyaan mendasar: Apakah peredaran Tramadol ilegal hanya dilakukan oleh pelaku kecil, atau terdapat jaringan yang lebih terorganisasi dibalik rantai distribusinya?

Dari Pabrik hingga Jalanan

Secara hukum, Tramadol merupakan obat legal apabila diproduksi industri farmasi berizin dan didistribusikan melalui jalur resmi. Namun, apabila obat tersebut dapat diperjualbelikan secara bebas tanpa resep dokter, maka muncul pertanyaan berikutnya:

1. Dari mana asal obat itu?

2. Bagaimana jalur distribusinya bisa bocor?

3. Siapa yang memperoleh keuntungan dari rantai peredaran ilegal tersebut?

Pengguna Ditangkap, Bandar Besar Masih Menjadi Tanda Tanya?

Dalam berbagai operasi, aparat kerap mengamankan penjual eceran maupun pengguna. Namun masyarakat masih mempertanyakan: apakah penegakan hukum telah menyentuh aktor-aktor yang diduga berada pada level distribusi yang lebih tinggi?.

Bila setiap hari ribuan bahkan puluhan ribu butir obat keras beredar secara ilegal, publik tentu berhak mengetahui apakah penindakan juga diarahkan kepada pemasok, distributor, atau pihak lain yang diduga berperan dalam rantai peredaran tersebut?.

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting karena mustahil peredaran dalam jumlah besar terjadi tanpa adanya mata rantai distribusi yang perlu diungkap secara menyeluruh.

Jejak Uang yang Perlu Ditelusuri

Peredaran obat keras ilegal bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut potensi keuntungan ekonomi yang sangat besar.

Apabila satu orang membeli puluhan butir setiap hari, lalu dikalikan dengan jumlah pengguna di berbagai daerah, nilai perputaran uangnya dapat menjadi signifikan.

Atas dasar itu, muncul pertanyaan yang patut dijawab melalui penyelidikan aparat:

1. Siapa pemasok utama?

2. Bagaimana alur distribusinya?

3. Apakah ada penyalahgunaan izin distribusi?

4. Apakah terdapat jaringan lintas daerah yang mengendalikan pasokan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut hanya dapat diperoleh melalui penyidikan yang profesional dan berbasis alat bukti.

Transparansi Menjadi Kunci

Persoalan Tramadol tidak cukup diselesaikan hanya dengan menangkap pengguna atau penjual eceran.

Diperlukan sinergi antara kepolisian, BBPOM, Kementerian Kesehatan, BNN, industri farmasi, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap produksi, distribusi, dan penjualan obat keras.

Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepastian hukum mengenai mekanisme penanganan penyalahguna OKT agar tidak terjadi perbedaan perlakuan akibat kekosongan pengaturan.

Catatan Redaksi: 

Liputan ini merupakan hasil investigasi jurnalistik yang bertujuan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengawasan obat keras.

Kupas Merdeka tidak menyatakan adanya “Mafia Tramadol” sebagai fakta yang telah terbukti, melainkan mengangkat indikasi, pertanyaan publik, dan dugaan adanya jaringan peredaran ilegal yang perlu diungkap oleh aparat penegak hukum berdasarkan alat bukti.

Redaksi akan terus meminta konfirmasi dari Kepolisian, BBPOM, Kementerian Kesehatan, BNN, dan pihak terkait lainnya sebagai bentuk pelaksanaan prinsip cover both sides, check and recheck, serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Reporter: Gats, Ki Medi
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.